Kompas TV regional hukum

Selidiki Perusakan Makam di Solo, Polisi Periksa 23 Saksi

Kamis, 24 Juni 2021 | 17:07 WIB
selidiki-perusakan-makam-di-solo-polisi-periksa-23-saksi
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak (Sumber: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

SOLO, KOMPAS.TV - Tim Penyidik Satreskrim Polresta Solo masih melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut perihal kasus perusakan belasan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar, Solo.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak mengungkapkan pihaknya kini telah memeriksa 23 saksi untuk dimintai keterangan.

"Terkait perkembangan penanganan kasus perusakan beberapa barang di Makam Cemoro Kembar Kelurahan Mojo Pasar Kliwon Solo, maka 23 saksi sudah diperiksa,"  kata Ade dikutip dari ANTARA, Kamis (24/6/2021). 

Beberapa saksi yang sudah diperiksa merupakan pengasuh dari rumah belajar/sekolah (kuttab) tempat anak-anak pelaku perusakan.

Ade mengungkapkan Tim penyidik masih terus berupaya melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut termasuk enam pengasuh Kuttab Mojo tersebut. 

Dia menuturkan pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan untuk mereka pada Kamis ini. 

Baca Juga: Gibran Akan Usut Kasus Perusakan Makam

Sementara terkait dengan kegiatan belajar Kuttab Mojo tersebut hingga kini sudah dihentikan. Mengingat pembelajaran tatap muka masih merujuk pada ketentuan regulasi yang berlaku masa pandemi yakni akan dilakukan bulan Juli 2021. 

Tak hanya para pengasuh atau pengajar, polisi juga meminta keterangan saksi lain dari aparat kelurahan setempat termasuk petugas Linmas yang mengetahui kejadin kasus tersebut.

Ade juga mengungkapkan polisi telah mengumpulkan barang bukti dan akan menggelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut.

Barang bukti yang dimaksud antara lain batu sebagai alat yang digunakan oleh pelaku untuk merusak dan nisan. 

Lebih lanjut Ade mengatakan pelaku akan dijerat sesuai Pasal 170 KUHP, tentang barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Baca Juga: Perusakan Makam, Gibran: Sudah Ngawur Banget Libatkan Anak-Anak!

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19