Kompas TV regional berita daerah

Provinsi Lampung Tertinggi ke-3 Nasional Kasus Kematian Akibat Covid 19

Kamis, 24 Juni 2021 | 16:39 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.TV – Angka penyebaran virus covid 19 di Indonesia masih terus bertambah, tak terkecuali jumlah kasus covid 19 di Provinsi Lampung.

Tercatat dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pertanggal 21 Juni 2021, kasus tingkat kematian Case Fatality Rate akibat covid 19 di provinsi Lampung berada diurutan kedua tertinggi di Indonesia.

Ada tujuh provinsi pertanggal 21 Juni 2021 yang masuk dalam jumlah kasus tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR)  akibat covid 19 tertinggi di Indonesia, diantaranya, urutan pertama berada di provinsi Jawa Timur, berlanjut ke provinsi Lampung, Sumetera Selatan, Jawa Tengah, Aceh, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara.

Baca Juga: Berprestasi, 40 Personel Kepolisian Diberi Penghargaan

Menanggapi hal itu, juru bicara penanganan covid 19 sekaligus kepala dinas kesehatan provinsi Lampung, Reihana mengatakan. Angka atau peringkat jumlah konfirmasi dan tingkat kematian akibat covid 19 setiap harinya bisa berubah ditiap tiap daerah.

Ia menambahkan, telah mendapatkan informasi pertanggal 23 juni 2021, Provinsi Lampung sudah bergeser ke urutan Tiga, sebagai Provinsi dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) tertinggi di Indonesia akibat covid 19, setelah Sumatera Selatan.

"Sejauh ini kematian akibat covid 19 di Provinsi Lampung didominasi oleh Lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta," tambahnya.

Baca Juga: Penyelundupan 3.726 Ekor Burung ke Pulau Jawa Digagalkan Polisi

Dalam wawancara di sela-sela aktivitasnya, Reihana juga mengatakan sejauh ini di Provinsi Lampung belum ada ditemukan varian mutasi baru covid 19,  hal ini dipastikan dari sampel acak yang selalu rutin  diambil dan diserahkan setiap bulanya oleh Satuan Gugus Tugas Provinsi Lampung untuk diteliti dipusat.

Sejak awal merebaknya kasus Covid 19 di Provinsi Lampung hingga 23 Juni 2021, tercatat jumlah kasus konfirmasi Covid 19 di provinsi Lampung mencapai 20.534 Orang.

Untuk kasus kematian sendiri sebanyak 1.134 jiwa, dengan penambahan jumlah tingkat kesembuhan atau selesai Isolasi sebanyak 18.171 Pasien.

Butuh kesadaran yang kuat  di masyarakat untuk turut memutus mata rantai penyebaran covid 19, dengan terus dispilin menerapkan protokol kesehatan 5M.

Mencuci tangan, menjaga jarak,  menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

#updatekasuscovid19 #kasuscovid19lampung #tingkatkematianakibatcovid19

Penulis : Kompastv Lampung

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:51
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19