Kompas TV regional berita daerah

Lumpuh Pasca Tabrak Lari Korban Harap Bisa Diamputasi

Kamis, 24 Juni 2021 | 14:01 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.TV - Seorang pria di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, menginginkan kakinya diamputasi, karena tak kuat menahan sakit selama 11 tahun karena mengalami kelumpuhan. Ia berharap ada bantuan dari pihak manapun untuk kakinya bisa diamputasi supaya tak merasa sakit.

Inilah Emang, warga Kampung Babakan Panjang, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang saat ini mengalami kelumpuhan di kaki bagian kanannya. Setiap hari ia harus berjalan menggunakan tongkat, dan harus merasakan sakit yang luar biasa karena kaki kanannya lumpuh dan mengecil. Emang adalah korban tabrak lari pada 11 tahun yang lalu di wilayah Citeureup Bogor. Saat itu ia hendak pulang kampung ke Sukabumi menggunakan motor, namun diperjalanan ia ditabrak oleh sebuah mobil truk dan pelaku melarikan diri, yang hingga saat ini tidak diketahui pelaku penabraknya. Saat itu Emang langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Jakarta dan diberikan perawatan hingga kurang lebih 3 bulan lamanya, dengan menggunakan biaya JAMKESDA.

Emang saat ini mengeluh karena sudah 11 tahun harus menahan sakit setiap malam. Saat ini ia membutuhkan bantuan supaya kakinya bisa diamputasi. Karena menurutnya, kakinya pun percuma tak bisa dipergunakan, ia berfikir akan lebih baik jika kakinya diamputasi. Namun saat ini ia tak memiliki biaya untuk operasi amputasi tersebut. Kini Emang tinggal bersama ibu kandungnya Asiroh, di Kampung Ciranca, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Setiap harinya Emang hanya bisa membuat dan menjual jala pancing, untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Sementara itu ibunya saat ini hanya pasrah apapun yang terjadi dengan anaknya, terutama jika kaki anaknya harus diamputasi. Namun kini mereka kebingungan karena tak memiliki biaya untuk operasi kakinya tersebut .

Penulis : KompasTV Sukabumi

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Peristiwa

Sorotan: Jakarta Terancam Tenggelam?

Minggu, 1 Agustus 2021 | 03:49 WIB
Peristiwa

Kasus Corona Melonjak di Riau

Minggu, 1 Agustus 2021 | 00:20 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
04:11
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19