Kompas TV regional peristiwa

Viral Video Massa Rusak Pagar Pembatas Jembatan Suramadu, Polisi: Tunggu Saja, akan Diproses Hukum

Selasa, 22 Juni 2021 | 22:19 WIB
viral-video-massa-rusak-pagar-pembatas-jembatan-suramadu-polisi-tunggu-saja-akan-diproses-hukum
Screenshot Video Viral yang melakukan pengrusakan beberapa pagar di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. (Sumber: KOMPAS.COM/MUCHLIS)

SURABAYA, KOMPAS.TV - Sebuah video berdurasi 27 detik memperlihatkan aksi perusakan pagar pembatas yang dilakukan oleh sekelompok pengendara di pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur.

Video tersebut viral setelah diunggah di media sosial. Dalam salah satu penggalan video itu, tampak sekelompok massa menggunakan helm merobohkan pagar pembatas jalur sepeda motor dan mobil.

Baca Juga: Lagi! Warga Menjebol Pagar Jembatan Suramadu untuk Hindari Tes Swab

Pada penggalan video lainnya yang direkam oleh pengendara roda empat, memperlihatkan aktivitas massa yang juga merobohkan pagar pembatas Suramadu di lokasi berbeda.

Perekam video itu menjelaskan bahwa pagar pembatas itu dalam kondisi sudah rusak semua. Tampak pula pengendara roda dua menggotong kendaraannya untuk melewati trotoar pembatas.

"Joh rusak kabbi, adek rosak kabbi, (habis sudah rusak semua)," cetus perekam.

Menanggapi kejadian itu, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Eko Adi Wibowo, membenarkan soal adanya video viral tersebut.

Eko mengatakan, perusakan pagar pembatas oleh pengendara itu dilakukan pada Selasa (22/6)/2021) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Baca Juga: Pancing Keributan, TNI - Polri Berhasil Halau Aksi Perusuh di Pos Penyekatan Suramadu

Perusakan pagar tersebut dilakukan saat petugas kepolisian sudah lelah, dan sebagian lainnya hendak menunaikan salat Subuh.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


AIMAN

Siapa Sih, Gubernur Bakal Capres?

Senin, 25 Oktober 2021 | 04:05 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19