Kompas TV regional berita daerah

Tiga Kabupaten dan Kota di DIY Diminta Kurangi Sampah yang Dibuang ke TPST Piyungan, Ini Alasannya

Selasa, 22 Juni 2021 | 20:27 WIB
tiga-kabupaten-dan-kota-di-diy-diminta-kurangi-sampah-yang-dibuang-ke-tpst-piyungan-ini-alasannya
Tangkapan layar video sejumlah mahasiswa BEM KM UGM yang berisi kritikan terhadap pengelolaan sampah di TPA Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta. (Sumber: Akun Twitter @bemkm_ugm)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta tiga kabupaten dan kota untuk mengurangi sampah. Ketiga kabupaten dan kota itu adalah Sleman, Bantul, dan Yogyakarta.

Alasannya, pengolahan sampah di tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Piyungan kian memprihatinkan.

Selama ini pengelolaan sampah di TPST Piyungan masih menggunakan sistem sanitary landfill. Artinya, nyaris tanpa pengolahan sebab sampah hanya ditumpuk dan dipadatkan berlapis-lapis.

"Kita sudah tidak bisa menggunakan sistem itu lagi, butuh lahan banyak, harus ada teknologi untuk mengurangi sampah," ujar Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga: Terganggu Akibat Sampah Kian Menggunung, Warga Tutup TPST Piyungan

Ia meminta Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul serta Sleman untuk mereduksi 20 sampai 25 persen sampah yang akan dibuang ke TPST Piyungan.

Upaya pembatasan sampah di masing-masing kota kabupaten ini sesuai dengan Perda Persampahan di DIY, yakni Peraturan Daerah (Perda) Gubernur DIY Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. 

Setiap hari TPST Piyungan menerima 500 ton sampah. Ia juga meminta masyarakat berperan mengurangi sampah masing-masing.

Idealnya, sampah yang masuk ke TPST Piyungan adalah sampah yang tidak bisa diolah lagi.

"Yang terjadi saat ini semua sampah bisa masuk," ucapnya.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19