Kompas TV regional berita daerah

Cegah Kerumunan, Taman di Kota Semarang Ditutup

Senin, 21 Juni 2021 | 16:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Untuk mengurangi penyebaran Covid-19, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang menutup sementara 3 taman yang sering dijadikan tempat berkerumun masyarakat. Namun untuk taman kota lainnya diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung.

Tiga taman di Kota Semarang yang ditutup sementara yakni Taman Indonesia Kaya, Taman Tirto Agung dan Taman Bangetayu. Sementara untuk taman di Kawasan Simpang Lima hanya diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung.

Upaya penghentian segala kegiatan di taman kota diharapkan bisa menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang. Penutupan sementara taman kota di Kota Semarang tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Semarang tentang pembatasan kegiatan masyarakat.

"Ada beberapa taman yang sementara ditutup termasuk Simpang Lima namun tidak ditutup seluruhnya tetapi dibatasi pengunjungnya. Dan akan ada petugas pengamanan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkin) Kota Semarang yang bertugas membubarkan kerumunan masyarakat. Dan untuk taman di Kota Semarang yang ditutup karenalokasinya tidak luas namun pengunjungnya banyak ada 3 yakni Taman Indonesia Kaya (TIK), Tirto Agung dan Taman Bangetayu,” ungkap Ali, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang.

Sementara itu, salah satu warga mengaku ia mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dengan menutup taman kota. Namun fasilitas publik yang digunakan untuk olahraga sebaiknya tidak ditutup, karena olahraga di masa pandemi penting untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Boleh ditutup namun untuk fasilitas publik untuk olahraga sebaiknya jangan ditutup, karena dengan berolahraga bisa melawan penyakit seperti Covid-19,” kata Sutopo, warga Kota Semarang.

Selain melakukan penutupan fasilitas publik seperti taman kota, pemerintah juga melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dengan menutup sejumlah ruas jalan di Kota Semarang.

#Covid19 #Taman #KotaSemarang

 

 

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19