Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Bangun Infrastruktur Pakai Utang, Luhut: Enggak Apa-apa Kalau Bisa Bayar Sendiri

Senin, 21 Juni 2021 | 10:12 WIB
bangun-infrastruktur-pakai-utang-luhut-enggak-apa-apa-kalau-bisa-bayar-sendiri
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur dari tahun ke tahun. Tahun lalu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp423 triliun untuk infrastruktur.

Dana tersebut diambil dari berbagai pos, termasuk utang. Di tengah kritikan berbagai pihak atas meningkatnya utang pemerintah, Luhut menyebut mengambil utang untuk membangun infrastruktur adalah hal yang wajar.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Apkasi, yang disiarkan kanal YouTube Apkasi, Sabtu (19/06/2021).

Baca Juga: Luhut Lobi Arab Saudi Suntik Modal ke Bank Syariah Indonesia

"Orang bilang ini utang. Enggak apa-apa utang kalau dia bisa membayar sendiri, silakan saja," kata Luhut dikutip Senin (21/06/2021).

Luhut mengklaim, utang pemerintah digunakan untuk membangun infrastruktur di daerah. Sehingga akan tercipta konektifitas yang baik dengan daerah lainnya dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.

"Kita dulu membangun Jagorawi. Orang kan dulu 30-40 tahun lalu bilang, 'Oh, kok begini?' Ini sama. Akibat kita jalan, setelah 15-20 tahun akan timbul simpul ekonomi baru lagi, karena ada transportasi," ujar Luhut.

Menurut Luhut, tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa membangun tanpa utang.

Baca Juga: Luhut: Dana Belanja Alkes Impor 5 Kali Lebih Besar dari Produk Lokal

"Utang Indonesia saat ini yang berkisar 40 persen, masih lebih baik dari Amerika Serikat (AS) yang utangnya sekitar 100 persen dari PDB, " tuturnya.

Penulis : Dina Karina | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19