Kompas TV internasional kompas dunia

WHO Nyatakan Wabah Ebola di Guinea Afrika Barat Berakhir

Sabtu, 19 Juni 2021 | 23:05 WIB
who-nyatakan-wabah-ebola-di-guinea-afrika-barat-berakhir
Petugas kesehatan tengah disiram kesehatan saat bekerja di pusat perawatan Ebola, 2018 lalu. (Sumber: AP Photo)

CONAKRY, KOMPAS.TV – Wabah Ebola yang muncul pada Februari lalu dan telah menewaskan 12 orang di Guinea, Afrika Barat, dinyatakan telah berakhir. Pernyataan ini dilontarkan Kementerian Kesehatan Guinea dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada Sabtu (19/6/2021).

Melansir Associated Press, wabah Ebola terbaru itu muncul sejak 14 Februari setelah tiga kasus terdeteksi di Gouecke, kawasan pedesaan di selatan prefektur N’zerekore di Guinea. Sebanyak 16 kasus terkonfirmasi dan 7 kemungkinan kasus Ebola dilaporkan terjadi selama wabah berlangsung.

Baca Juga: CDC Afrika: Wabah Baru Ebola Sudah Tewaskan 8 Orang dan Infeksi 12 Orang di Guinea dan RD Kongo

Wabah Ebola yang mematikan sebelumnya terjadi pada tahun 2014 - 2016 dan menewaskan lebih dari 11.300 orang di Afrika Barat. Wabah itu juga berasal dari wilayah yang sama, sebelum kemudian menyebar ke negara tetangga Liberia dan Sierra Leone.

“Saya memuji masyarakat yang terdampak, pemerintah dan rakyat Guinea, para tenaga kesehatan, mitra dan semua orang yang telah berupaya keras untuk mengatasi wabah Ebola ini,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Belajar dari pengalaman dari wabah pada 2014 - 2016 dan melalui upaya respons yang cepat dan terkoordinasi, keterlibatan masyarakat, langkah-langkah kesehatan masyarakat yang efektif dan penggunaan vaksin yang merata, Guinea berhasil mengendalikan wabah dan mencegah penyebarannya di luar perbatasannya,” paparnya.

WHO juga menyatakan akan tetap menyediakan layanan pasca wabah.

Direktur Regional WHO untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti menambahkan, Guinea berhasil mengatasi virus mematikan itu hanya dalam jangka waktu 4 bulan. Namun, ia memperingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan.

Baca Juga: Guinea Deklarasikan Kembalinya Wabah Ebola, Ini Gejala dan Penularannya Menurut WHO

“Belajar dari pengalaman masa lalu, kita lebih cepat, lebih baik dan lebih pandai dalam memerangi Ebola. Tapi, meski wabah ini sudah berakhir, kita tetap harus waspada akan kemungkinan wabah ini bangkit kembali dan memastikan penanganan mumpuni terhadap Ebola ini juga dilakukan pada penanganan kesehatan yang lain, seperti Covid-19,” imbuh Moeti.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19