Kompas TV nasional kesehatan

Cara Mencegah Penyakit Kulit Dermatitis Atopik atau Eksim

Jumat, 18 Juni 2021 | 01:01 WIB

KOMPAS.TV - Dermatitis Atopik atau dikenal dengan eksim merupakan gangguan kulit yang biasanya menimbulkan rasa gatal dan bintil kemerahan pada kulit.

Sebagian kecil akan bersifat kronis hingga bisa menyebabkan luka. Selain terjadi pada bayi, dermatitis atopik juga menyerang segala usia, dewasa bahkan lansia tanpa memandang jenis kelamin.

Berdasarkan gejala, kelainan kulit ini bisa berbeda pada tiap fase, yang berdasarkan pada lokasi dan gejala. Pada bayi usia nol hingga 2 tahun, disebut dengan fase infantil, yang ditandai dengan kemerahan pada pipi, dahi, telinga, leher dan bisa saja muncul di sekujur tubuh.

Sementara fase anak terjadi saat anak berusia 2 hingga 13 tahun. Gatal dan kemerahan muncul pada siku, lutut, pergelangan tangan dan kaki dengan bentuk yang semakin beragam. 

Pada fase ini, bisa pula disertai sisik halus dan djuga bercak kehitaman. Dan fase dermatitis pada dewasa, daerah yang terkena semakin luas. Bisa muncul di wajah, leher, punggung, lengan dan lainnya.

Pada kulit yang berwarna gelap, umumnya terjadi penebalan kulit. Dilansir dari laman kompas.com, menurut data world allergy organization pada 2018, menunjukkan prevalensi penderita dermatitis atopi pada anak sebesar 15-30 persen. Dan pada dewasa sebesar 1-10 persen dari populasi dunia.

Sementara di indonesia angka prevalensi kasus pada anak sekitar 23,67 persen, dan ditemukan pada sekitar 2 juta anak setiap tahunnya. Faktor pemicu selain faktor utama yaitu riwayat keluarga atau genetik, sejumlah faktor lain bisa memicu timbulnya dermatitis atopik.

Di antaranya, debu, serbuk kayu dan serbuk gypsum. Semen hingga detergen. Hal lainnya adalah jika pemirsa memiliki hewan peliharaan, bulu hewan peliharaan dan gigitan serangga atau tungau juga bisa menjadi pemicu.

Tidak hanya itu, daya tahan tubuh, stres emosional juga sangat memungkinkan anak anda terkena dermatitis atopik.

Lalu bagaimana cara penanganan dermatitis atopik? Simak ulasan lengkapnya di Ayo Sehat.

Video ini tayang tanggal 27 Mei 2021.

Penulis : Luthfan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:03
PEMERINTAH KOREA SELATAN TARGETKAN 70 PERSEN POPULASI SUDAH DIVAKSINASI SEPTEMBER MENDATANG   TIM GRESINI RACING RESMI GANDENG DUCATI DI MOTOGP MUSIM DEPAN DENGAN DURASI KONTRAK DUA TAHUN   TIM MERCEDES AMG F1 BERHARAP TAMPIL DOMINAN DI SIRKUIT PAUL RICARD AKHIR PEKAN INI   UKRAINA BUNGKAM MACEDONIA UTARA DENGAN SKOR 2-1 DI LAGA LANJUTAN GRUP C PIALA EROPA 2020   PERTANDINGAN DENMARK KONTRA BELGIA AKAN DILAKUKAN PENGHORMATAN UNTUK CHRISTIAN ERIKSEN PADA MENIT KE-10   PERSATUAN SEPAK BOLA DENMARK UMUMKAN GELANDANGNYA, CHRISTIAN ERIKSEN, AKAN DIPASANG ALAT PACU JANTUNG   PETENIS RAFAEL NADAL MUNDUR DARI WIMBLEDON DAN OLIMPIADE TOKYO KARENA ALASAN KESEHATAN   WALI KOTA TANGSEL BENYAMIN DAVNIE SEBUT WILAYAHNYA DALAM KONDISI DARURAT KARENA RS RUJUKAN KORONA TERISI 74 PERSEN   WALI KOTA TANGSEL BENYAMIN DAVNIE: BELAJAR TATAP MUKA KEMUNGKINAN BESAR DITUNDA KARENA LONJAKAN KASUS COVID-19   PEMKOT TANGERANG AKAN GUNAKAN RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL MILIK DINSOS JADI RUMAH ISOLASI TERKONSENTRASI (RIT)   PEMPROV JATENG TAMBAH RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO, SEMARANG, DAN RSUD KELET, JEPARA, SEBAGAI RS RUJUKAN COVID-19   KASUS POSITIF KORONA NAIK, OMBUDSMAN JAKARTA RAYA IMBAU PEMPROV DKI TARIK REM DARURAT PENANGANAN COVID-19   WAKIL KETUA KOMISI IX DPR CHARLES HONORIS DORONG PEMERINTAH TERAPKAN LAGI PSBB GUNA TEKAN PENYEBARAN COVID-19   PANGLIMA TNI: PEMERINTAH SEDANG SIAPKAN PROGRAM 1 JUTA VAKSINASI PER HARI YANG AKAN DISEBAR DI 100 TITIK DI INDONESIA