Kompas TV bisnis kebijakan

Penjelasan KPC-PEN Terkait Adanya Saran Lockdown Usai Kasus Covid-19 di Indonesia Semakin Melonjak

Kamis, 17 Juni 2021 | 23:15 WIB

KOMPAS.TV - Angka kasus positif covid-19 naik pasca-lebaran. Sejumlah pihak berpendapat, skenario lockdown harus disiapkan.

Epidemilog menilai kasus covid-19 di Idonesia dalam situasi serius.

PPKM Mikro dinilai tidak efektif membatas penyebaran covid-19. Hal ini terlihat dari angka positif covid-19 di Jawa yang naik.

Puncak corona RI diperkirakan terjadi di akhir Juni.

Psbb alias lockdown versi Indonesia harus disiapkan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Zubairi Djoerban juga mengatakan, lockdown lebih efektif menekan peyebaran covid-19.

Hal tersebut terlihat dari langkah sejumlah negara yang berhasil meneraplam lockdown seperti India.

Menurut Zubairi, lockdown bisa diterapkan minimal selama dua minggu.

Meningkatnya kasus covid-19 di Indonesia pasca pandemi membuat pemerintah memutuskan kembali memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni.

Lantas bagaimana dengan saran sejumlah pihak agar pemerintah melakukan lockdown?

Sekretaris Eksekutif I KPC-PEN, Raden Pardede menyebutkan lonjakan kasus covid-19 di Indonesia harus diakui berasal dari ketidakdisiplinan kita semua sebagai masyarakat Indonesia yang kurang mematuhi protokol kesehatan, larangan mudik, acara keagamaan, acara keluarga ditambah banyaknya varian covid-19 baru yang muncul.

Raden mengatakan, untuk menyeimbangkan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Simak penjelasan selengkapnya dari Sekretaris Eksekutif I KPC-PEN, Raden Pardede dalam tayangan berikut.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19