Kompas TV regional kesehatan

Siap Sekolah Tatap Muka? - AYO SEHAT

Rabu, 16 Juni 2021 | 11:54 WIB

KOMPASTV - Pandemi covid-19 yang tengah melanda Indonesia, membuat dunia pendidikan masih menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun setahun berlalu, kini pemerintah mulai mewacanakan adanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), secara terbatas, terhitung pada tahun ajaran baru, juli mendatang.

Aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas ini akan dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan. Berbagai simulasi PTM terbatas tengah digencarkan di beberapa sekolah, di sejumlah daerah. Seperti dki Jakarta, sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta sejumlah kota lainnya.

Baca Juga: Menjaga Kualitas Darah Tetap Sehat - AYO SEHAT

Namun wacana pembelajaran tatap muka ini menuai kontroversi, lantaran dilakukan di tengah angka Covid-19 yang terus meningkat, terutama pada anak.

Dilansir dari lama covid19.go.id, sebanyak lebih dari 229 ribu anak Indonesia terinfeksi covid-19, dan 620 anak diantaranya mengalami kematian. 

Atas wacana pembelajaran tatap muka terbatas ini dan angka kasus covid-19 yang terus meningkat, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengeluarkan sejumlah himbauan. Diantaranya persyaratan dibukanya kembali sekolah salah satunya bila transmisi lokal terkendali, dengan positivity rate kurang dari 5 persen.

Baca Juga: Kanker Ovarium, Gejala & Penanganannya - AYO SEHAT

Namun pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring, juga kerap mengalami permasalahan. Kurangnya interaksi antara guru dan murid serta lerning loss, atau hilangnya minat belajar kini menghantui sejumlah siswa.

Lantas, sistem pembelajaran apa yang tepat bagi siswa sekolah di tengah pandemi covid-19?. Dan bagaimanakah persiapan orang tua yang akan memutuskan sistem pembelajaran bagi anaknya di tahun ajaran mendatang?. Temukan jawabannya di ayo sehat.

Follow us:

Instagram : @ayosehat_kompastv

Penulis : Anas Surya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19