Kompas TV nasional kesehatan

Berkaca dari Kerumunan McD, Satgas Covid-19 akan Evaluasi Aturan Buat Restoran dalam PPKM Mikro

Jumat, 11 Juni 2021 | 21:37 WIB
berkaca-dari-kerumunan-mcd-satgas-covid-19-akan-evaluasi-aturan-buat-restoran-dalam-ppkm-mikro
Potret kerumunan di McD Slamet Riyadi, Solo saat peluncuran BTS Meal, Rabu (9/6/2021). (Sumber: Instagram/@jelajahsolo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Satgas Covid-19 meminta peristiwa kerumunan di gerai makanan cepat saji dapat menjadi pelajaran untuk berhati-hati dalam mengeluarkan sebuah promosi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, pada prinsipnya pemerintah telah memberikan hak dalam membuka kembali beberapa sektor secara terkendali.

Namun peristiwa kerumunan di gerai restoran cepat saji membuat hak tersebut disalahgunakan oleh pengelola. Bahkan sama sekali tidak menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga: Buntut Kerumunan BTS Meal, Manajemen MCD Minta Maaf

Wiku mengingatkan semua pihak termasuk pengelola restoran seharusnya berhati-hati terhadap penyebaran Covid-19. Terlebih penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta berstatus oranye.

"Ini adalah alert untuk lebih berhati-hati bukan malah sebaliknya," ujar Wiku, Jumat (11/6/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut Wiku menjelaskan kerumunan atau pelanggaran protokol kesehatan akibat dari promo BTS Meal di restoran cepat saji McDonald’s atau McD akan menjadi bahan evaluasi Satgas dalam menerapkan aturan di seluruh sektor dan wilayah administrasi saat pelaksanaan PPKM Mikro. 

Nantinya Satgas tidak akan ragu untuk memberikan sanksi apabila terbukti telah melanggar peraturan.

Baca Juga: Trik Marketing McDonalds Dibalik BTS Meal yang Fenomenal!

"Jika nyatanya benar-benar melanggar, jangan ragu untuk menegakkan aturan yang seharusnya," ujar Wiku.

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19