Kompas TV internasional kompas dunia

Ulama Garis Keras Pakistan Ditangkap karena Ancam Malala Yousafzai dengan Serangan Bunuh Diri

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:35 WIB
ulama-garis-keras-pakistan-ditangkap-karena-ancam-malala-yousafzai-dengan-serangan-bunuh-diri
Malala Yousafzai di Inggris tahun 2019. Polisi Pakistan menangkap seorang ulama setelah mengancam akan menyerang Malala dengan serangan bunuh diri atas komentar Malala tentang pernikahan. (Sumber: AP Photo/Kirsty Wigglesworth, file)

PESHAWAR, KOMPAS.TV — Polisi Pakistan menangkap seorang ulama setelah video dirinya viral di media sosial yang mengancam nyawa Peraih Nobel Malala Yousafzai atas komentarnya baru-baru ini tentang pernikahan.

Hal tersebut diungkap pejabat keamanan Pakistan, seperti dikutip Associated Press, Kamis (10/6 /2021).

Ulama itu bernama Mufti Sardar Ali Haqqani dan ditangkap di Lakki Marwat, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa barat laut, pada hari Rabu, kata Waseem Sajjad, seorang kepala polisi setempat.

Dalam video tersebut, Haqqani mengancam Malala dengan serangan bunuh diri jika kembali ke Pakistan. Diduga ancaman tersebut dilatari komentar Malala awal bulan ini di majalah Vogue Inggris tentang pernikahan. Haqqani mengklaim komentar Malala telah menghina Islam.

Malala di Inggris sejak 2012 setelah Taliban Pakistan menembak dan melukainya dengan serius.

Dia baru berusia 15 tahun pada saat itu dan membuat murka Taliban karena kampanyenya untuk pendidikan anak perempuan.

Dalam wawancara majalah Vogue Malala mengatakan, “Saya masih tidak mengerti mengapa orang harus menikah. Jika Anda ingin memiliki seseorang dalam hidup Anda, mengapa Anda harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak menjadi kemitraan saja?”

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:35
TIM ASTRONOM INTERNASIONAL LAKUKAN SURVEI DI 90 GALAKSI UNTUK MENCARI TEMPAT KELAHIRAN BINTANG   GELANDANG ASAL BELANDA, GEORGINIO WIJNALDUM, GABUNG PSG SETELAH 5 TAHUN MENGABDI DI LIVERLPOOL   TIMNAS SEPAK BOLA ITALIA AJUKAN PENGGANTIAN PEMAIN KEPADA UEFA JELANG PIALA EROPA 2020   PATUNG LIBERTY KEDUA SIAP DIKIRIM OLEH PERANCIS KE NEW YORK SEBAGAI HADIAH HARI KEMERDEKAAN AS TAHUN INI   KEMENKEU: BESARAN PAGU INDIKATIF YANG DIANGGARKAN UNTUK KEBIJAKAN FISKAL MENCAPAI RP 27,42 MILIAR   MENKEU SRI MULYANI SEBUT BESARAN PAGU INDIKATIF TAHUN INI HANYA MENCAPAI RP 33,63 TRILIUN   MENHUB BUDI KARYA SUMADI MINTA PEMDA OPTIMALKAN TOL LAUT UNTUK TEKAN PERBEDAAN HARGA BARANG   KEMENDAGRI: 115 KABUPATEN/KOTA BELUM LAKSANAKAN REFORMASI BIROKRASI   DINKES DKI JAKARTA: ADA 988 KLASTER KELUARGA SETELAH LIBUR LEBARAN   PRESIDEN JOKOWI TIDAK INGIN ADA LAGI AKSI PREMANISME ATAU PUNGLI DI KAWASAN TERMINAL PELABUHAN TANJUNG PRIOK   PRESIDEN JOKOWI BAKAL TUNGGU LAPORAN TINDAK LANJUT PERSOALAN AKSI BEGAL DAN PUNGLI DI TANJUNG PRIOK DARI KAPOLRI   TERIMA LAPORAN PUNGLI DAN AKSI BEGAL DI TANJUNG PRIOK, PRESIDEN PERINTAHKAN KAPOLRI ATASI AKSI PREMANISME   MANTAN PEJABAT KEMENKES BAMBANG RAHARDJO DIVONIS 2 TAHUN PENJARA ATAS KASUS KORUPSI PENGADAAN ALKES   KEJAGUNG PERIKSA 2 SAKSI PERKARA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI PT ASABRI