Kompas TV nasional peristiwa

Penuhi Panggilan Ombudsman, Pimpinan KPK Beberkan 3 Poin soal TWK

Kamis, 10 Juni 2021 | 20:40 WIB
penuhi-panggilan-ombudsman-pimpinan-kpk-beberkan-3-poin-soal-twk
Wakil Ketus KPK Nurul Ghufron (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memenuhi panggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait laporan dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK.

"Apa saja yang ditanyakan kepada KPK, tentu mulai dari perumusan kebijakan pengalihan status pegawai KPK ke ASN, mulai dari kebijakannya, regulasinya sampai pada pelaksanaannya dan pasca putusan MK," kata Ghufron dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Jl Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2021).

Dalam menyampaikan keterangannya, Ghufron mengaku terdapat tiga poin yang dijelaskan kepada Ombudsman RI perihal proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pertama, dia mngungkapkan, KPK memiliki legal standing untuk melaksanakan pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN berdasarkan Pasal 1 angka 6 UU KPK jo Pasal 3, dan peraturan pelaksanaannya tentang durasinya diatur di Pasal 69C UU KPK.

"Dari Undang-Undang KPK tersebut, kemudian secara teknis diatur lebih lanjut dalam PP 41/2020. Selanjutnya PP 41/2020 tersebut lebih detail secara teknis diatur lebih lanjut oleh KPK dengan Perkom Nomor 1/2021," jelas Ghufron.

Baca Juga: Pimpinan KPK Penuhi Panggilan Ombudsman untuk Klarifikasi Polemik TWK

"Landasannya untuk membuat Perkom, Pasal 6 PP 41 2020, itu landasan kewenangan KPK untuk mengatur, untuk melaksanakan, dan kemudian mulai dari kebijakan, regulasi serta melaksanakan alih status pegawai KPK ke ASN," sambungnya. 

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Deni Muliya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:24
IKUTI WEBINAR KOMPAS INSTITUTE BERTAJUK "BRAND STORY THROUGH MEDIA", DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   AMERIKA SERIKAT AKAN SUMBANGKAN 500 JUTA DOSIS VAKSIN PFIZER TAHUN INI DAN AWAL TAHUN 2022   KEMENKEU USULKAN PAGU INDIKATIF PADA 2022 MENCAPAI RP 43,19 TRILIUN   BUPATI KUDUS HM HARTOPO: PENYEBAB LONJAKAN KASUS COVID-19 ADALAH EUFORIA VAKSIN, WISATA, DAN TRADISI LEBARAN   HINGGA SAAT INI, KEJARI TANGERANG SELATAN TELAH TETAPKAN 2 TERSANGKA DALAM KASUS KORUPSI DANA HIBAH KONI TANGSEL   KEJARI TANGERANG SELATAN SELIDIKI ALIRAN DANA KASUS KORUPSI DANA HIBAH KONI TANGSEL   KOMISI XI DPR: HINGGA SAAT INI, DRAF REVISI UU KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (KUP) BELUM DITERIMA   PASIEN COVID-19 YANG DIRAWAT DI RSD WISMA ATLET KEMAYORAN JAKARTA TERBANYAK DARI KLASTER CILANGKAP   ADA 2.096 KASUS BARU PENULARAN COVID-19 DI JAKARTA, 760 DI ANTARANYA ADALAH ORANG TANPA GEJALA   SATGAS COVID-19: 11.488.917 ORANG TELAH TERIMA VAKSIN COVID-19 DOSIS KEDUA   PEMERINTAH: 10 JUNI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 17.619.996 SPESIMEN   HINGGA 10 JUNI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 102.824 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 211 KASUS, TOTAL 52.373 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 5.661 ORANG, TOTAL 1.728.914 ORANG