Kompas TV klik360 cerita indonesia

Rizieq Shihab Bawa-Bawa TWK KPK Saat Baca Pleidoi Kasus Swab Tes RS Ummi

Kamis, 10 Juni 2021 | 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Rizieq Shihab menyinggung soal Tes Wawasan Kebangsaan pegawai KPK saat membacakan nota pembelaan atau pleidoinya dalam sidang kasus swab tes RS Ummi di PN Jakarta Timur pada Kamis, 10 Juni 2021.

Dalam sidang ini Rizieq mengatakan TWK KPK sebagai indikasi kebangkitan dari Neo-PKI.

"Adanya tes wawasan kebangsaan (TWK) di KPK yang pertanyaannya beraroma antiagama antara lain, 'Apakah Anda bersedia melepas jilbab demi bangsa dan negara?' Jika Anda diminta memilih, Anda pilih Al-Qur'an atau Pancasila?' Lalu dengan entengnya di berbagai media massa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyebut bahwa tes wawasan kebangsaan (TWK) sama dengan litsus di zaman Orde Baru," kata Rizieq.

"Padahal litsus di zaman Orba untuk memastikan bahwa pegawai negeri tidak terkontaminasi ideologi PKI yang anti-Tuhan dan anti-agama, sedang TWK di KPK untuk memastikan ASN siap meninggalkan ajaran agama dengan dalih demi bangsa dan negara. Apakah TWK bentuk balas dendam neo-PKI terhadap umat Islam?" sambung Rizieq.

Sementara untuk persidangan kali ini Rizieq Shihab menjalani sidang nota pembelaan di PN Jakarta Timur pada Kamis, 10 Juni 2021 terhadap tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

Sidang ini terkait dengan kasus tes usap Rumah Sakit Ummi Bogor. Sebelumnya, Rizieq dituntut 6 tahun penjara karena dinilai telah menyebarkan berita bohong atas kondisi kesehatannya saat dirawat di RS Ummi.

Kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan tuntutan jaksa tidak sesuai dan hanya halusinasi dari Jaksa Penuntut Umum.

“Poinnya adalah tuduhan kebohongan primer dari jaksa penuntut umum adalah ilusi dan halusinasi belaka,” kata Aziz Yanuar pada Kamis, 10 Juni 2021.

Video Editor: Vila Randita

Penulis : Sadryna Evanalia





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:20
IKUTI WEBINAR KOMPAS INSTITUTE BERTAJUK "BRAND STORY THROUGH MEDIA", DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   JUNTA MILITER MYANMAR BUKA KASUS KORUPSI BARU YANG DILAKUKAN AUNG SAN SUU KYI DAN PEJABAT DI PEMERINTAHANNYA   CEGAH GANGGUAN PRODUKSI, PEMERINTAH KOREA SELATAN PERTIMBANGKAN RENCANA VAKSINASI PEKERJA PERUSAHAAN ELEKTRONIK   KANADA SIAP BANTU AMERIKA SERIKAT TERIMA MIGRAN AMERIKA TENGAH DARI PERBATASAN AS-MEKSIKO   UNIVERSITAS INDONESIA MASUK 300 BESAR PERGURUAN TINGGI TERBAIK DUNIA VERSI QUACQUARELLI SYMONDS   DUTA BESAR INDONESIA UNTUK PAKISTAN SEBUT KINERJA PERDAGANGAN RI-PAKISTAN CENDERUNG POSITIF DI TENGAH PANDEMI   KBRI UNTUK PAKISTAN GELAR DIALOG DENGAN PAKAR UNTUK TINGKATKAN KERJA SAMA EKONOMI INDONESIA-PAKISTAN   PEGAWAI KPK YANG TIDAK LOLOS TES WAWASAN KEBANGSAAN SERAHKAN 31 BUKTI GUGATAN KE MAHKAMAH KONSTITUSI   SATGAS NEMANGKAWI TANGKAP KETUA KNPB-OPM WILAYAH MERAUKE TERKAIT HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN MENGANDUNG SARA   POLISI TANGKAP TERDUGA PENYELUNDUP 30.000 BENIH LOBSTER DI RUAS TOL TANGERANG-MERAK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO INGATKAN WARGA BANDUNG DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN MESKI SUDAH DIVAKSIN   TUJUH WARGA PALESTINA YANG MENGUNGSI DI SRENGSENG, KEMBANGAN, JAKBAR, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   PANGLIMA TNI BERSAMA KAPOLRI DAN KEPALA BNPB TINJAU VAKSINASI COVID-19 DI GEDUNG SUDIRMAN BANDUNG, JAWA BARAT   WALI KOTA TANGERANG: KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI 32 RS COVID-19 TANGERANG CAPAI 52,54 PERSEN