Kompas TV regional berita daerah

Ganjar: Salah Informasi Soal Penerima Vaksin Picu Kerumunan

Kamis, 10 Juni 2021 | 13:07 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Setelah mendapatkan informasi keramaian dari istrinya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang sedang gowes langsung mengecek ke lokasi vaksinasi yang menimbulkan kerumunan, dan ikut menertibkan warga. Menurutnya, ada kesalahan informasi yang beredar di whatsapp bahwa usia yang diperbolehkan untuk vaksin mulai dari 18 hingga 59 tahun.

Informasi tersebut tidak sesuai dengan rilis resmi termasuk di sosial media milik Ganjar Pranowo bahwa penerima vaksin yakni minimal usia 50 tahun. Kecuali bagi pengantar lansia juga diperbolehkan, seperti konsep dari kementerian jika membawa dua lansia pendampingnya diperbolehkan mendapatkan divaksin. Namun setelah mendapatkan pengertian akhirnya warga yang antre dan berkerumun untuk mendapatkan vaksin memahami dan bisa ditertibkan.

“Mereka datang terlalu pagi dan kita terlambat mengantisipasi. Maka begitu saya dikabari istri saya, setelah saya cek ternyata sebelum jam 07.00 WIB, tepatnya 05.30 WIB, mereka sudah ada di sini. Maka belum terantisipasi antreannya. Begitu saya datang alhamdulillah sudah mulai bisa diatur, dan ada informasi yang kemarin tersebar, dimana untuk tulisan di WA usianya 18 sampai 59 tahun, kemudian mereka merasa punya hak untuk divaksin. Padahal rilis resmi yang saya sampaikan setidaknya yang ada di medsos saya minimum 50 tahun,” kata Ganjar, Rabu (9/6/2021).

Ganjar memastikan akan ada evaluasi pada pelaksanaan sentra vaksinasi di gradhika, terutama pada pendaftaran yang mungkin bisa dilakukan secara online. Diharapkan percepatan vaksinasi terhadap lansia tetap bisa berjalan baik.

#GanjarPranowo #Vaksinasi #GubernurJawaTengah

 

 

 

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19