Kompas TV bisnis kompas bisnis

Pemerintah Berencana Kenakan PPN atas Bahan Pokok atau Sembako, Pengamat: Daya Beli Jadi Taruhan

Kamis, 10 Juni 2021 | 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang bahan pokok atau sembako dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.

Ada tiga opsi tarif untuk pengenaan PPN barang kebutuhan pokok ini. Pertama, diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen.

Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni sebesar 5 persen, yang dilegalisasi melalui penerbitan peraturan pemerintah.

Ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.

Pemerintah mengklaim, penerapan tarif PPN final menjadi alternatif untuk memudahkan pengusaha kecil dan menengah.

Sedangkan batasan omzet pengusaha kena pajak saat ini sebesar 4,8 miliar per tahun.

Tetapi ekonom mengatakan, daya beli menjadi pertaruhan atas kebijakan ini. 

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:32
MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SIAP HADIR JIKA DIPANGGIL KOMNAS HAM SOAL POLEMIK PELAKSANAAN TWK YANG DIIKUTI PEGAWAI KPK    KEMENPAREKRAF YAKIN PEREKONOMIAN SEKTOR WISATA DAPAT TUMBUH DI TENGAH PANDEMI   PEMKOT JAKSEL SIAPKAN 5 GOR UNTUK ISOLASI PASIEN COVID-19 DENGAN KATEGORI ORANG TANPA GEJALA   SATGAS MINTA KEPALA DAERAH DAHULUKAN VAKSINASI COVID-19 UNTUK WARGA LANSIA DAN PRA-LANSIA   SATGAS: SAMPEL COVID-19 DARI KUDUS DAN BANGKALAN SEDANG DITELITI   JUBIR SATGAS MINTA RS RUJUKAN COVID-19 PRIORITASKAN PERUNTUKAN TEMPAT TIDUR BAGI PASIEN KORONA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DILAKSANAKAN SECARA HATI-HATI   SATGAS: USIA 6-18 TAHUN SUMBANGKAN 9,6 PERSEN COVID-19, HATI-HATI BUKA SEKOLAH   PANGKALAN TNI AL BANTEN GAGALKAN PENYELUNDUPAN 77.971 BENIH LOBSTER YANG AKAN DIKIRIM KE VIETNAM   KEMENKES: VAKSIN COVID-19 PFIZER UNTUK VAKSINASI PROGRAM PEMERINTAH TIBA DI INDONESIA PERTENGAHAN JULI 2021   PASIEN COVID-19 TERUS BERTAMBAH PASCALIBUR LEBARAN, RS WISMA ATLET KEMAYORAN TERISI 60,4 PERSEN   PRESIDEN JOKOWI: TINGGALKAN CARA LAMA DALAM PENGARSIPAN YANG TAK EFISIEN DAN LAMBAN   PRESIDEN JOKOWI: KEMAMPUAN KITA UNTUK MENGELOLA ARSIP HARUS SEMAKIN BAIK, PRIORITASKAN LAYANAN CEPAT   BERENCANA GELAR KBM TATAP MUKA MULAI 12 JULI, PEMKOT TANGERANG SELATAN SIAPKAN ATURAN DAN KEBUT VAKSINASI GURU