Kompas TV nasional peristiwa

KPAI Sambut Baik Instruksi Jokowi soal Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Rabu, 9 Juni 2021 | 21:42 WIB
kpai-sambut-baik-instruksi-jokowi-soal-penyelenggaraan-pembelajaran-tatap-muka-terbatas
Tips Sekolah Aman di Masa Pandemi (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambut baik arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. 

Komisioner KPAI Retno Listiyarti mengungkapkan, pihaknya mendukung instruksi Jokowi bahwa PTM hanya boleh dilakukan dengan ekstra hati-hati dan terbatas.

"Atas pernyataan Presiden Jokowi tersebut, KPAI mendukung karena presiden jelas menekankan pada kondisi wilayahnya sudah terkendali atau angka postivity rate-nya sudah rendah," tutur Retno melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Retno melanjutkan, KPAI menyarankan agar sekolah yang berada di wilayah positivity rate-nya di bawah 5 persen dapat melakukan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: IDI Ajak Perketat Monitoring dan Konsisten Prokes Sekolah Tatap Muka

"Di wilayah-wilayah kepulauan kecil justru kami sarankan dibuka dengan ketentuan yang sama sebagaimana disebutkan Presiden Jokowi, PTM hanya 2 jam, siswa yang hadir hanya 25 persen dan hanya 1-2 kali seminggu," ujar Retno.

Sementara untuk wilayah yang positivity rate di atas 5 persen, KPAI menyarankan tidak dulu untuk membuka sekolah atau menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. 

Lebih lanjut Retno menegaskan, pihaknya berpandangan bahwa hak hidup merupakan nomor satu sementara hak sehat nomor dua, sedangkan hak pendidikan nomor tiga.

"Kalau anak-anak masih sehat dan hidup, maka ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar. Kalau anaknya sudah dipinterin terus sakit dan meninggal, kan sia-sia. Apalagi angka anak Indonesia yg meninggal karena covid-19 sudah tertinggi se-Asia Pasifik," tegas dia. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Sekolah Tatap Muka Harus Dijalankan Ekstra Hati-hati dan Terbatas

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Deni Muliya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Jimbe Buatan Bali Tembus Pasar Dunia

Rabu, 15 September 2021 | 14:32 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
14:53
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19