Kompas TV nasional berita utama

Soal TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Masih Perlu Keterangan Kepala dan Wakil Kepala BKN

Rabu, 9 Juni 2021 | 17:01 WIB
soal-twk-pegawai-kpk-komnas-ham-masih-perlu-keterangan-kepala-dan-wakil-kepala-bkn
Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam saat memberikan keterangan surat panggilan kepada pimpinan KPK, Rabu (9/6/2021). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan, masih memerlukan keterangan dari Kepala dan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Keterangan tersebut diperlukan untuk mendapat kejelasan perihal Tes Wawasan Kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM Choirul Anam setelah mendengar keterangan BKN terkait TWK pegawai KPK, Rabu (9/6/2021).

“Ada beberapa pertanyaan yang sifatnya bisa dijawab oleh kepala dan wakil kepala BKN, oleh karenanya kami masih menunggu jadwal agar beliau berdua bisa bertemu kami,” ujar Choirul Anam.

Terkait pertemuan dengan BKN hari ini, Choirul menyampaikan BKN sudah dijelaskan tentang level kebutuhan asesmen seperti apa hingga tata kelola di BKN.

Baca Juga: BKN Penuhi Panggilan Komnas HAM, Choirul Anam: Itu Sesuatu Hal yang Sangat Baik

“Instrumen dan Metodologi apa yang digunakan dan Lembaga-lembaga dan instansi mana yang bekerja sama dengan BKN untuk menyiapkan wawancara,” katanya.

“Dan informasi ini terkonfirmasi seperti yang kami dapatkan dari pihak yang lain,” tambahnya.

Bagi Komnas HAM, keterangan yang disampaikan oleh empat orang perwakilan dari BKN sudah cukup runut. Namun, Komnas HAM tidak bisa memungkiri jika masih membutuhkan pendalaman perihal TWK pegawai KPK.

“Karena masih ada beberapa pendalaman yang harus ditelusuri kembali, kami jadwalkan kembali lagi minggu depan bertemu lagi dengan rekan-rekan BKN,” ujarnya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19