Kompas TV olahraga kompas sport

Timnas Indonesia Dihajar Vietnam 4-0, Shin Tae-Yong Kritik Kinerja Wasit

Selasa, 8 Juni 2021 | 08:37 WIB
timnas-indonesia-dihajar-vietnam-4-0-shin-tae-yong-kritik-kinerja-wasit
Pelatih timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. (Sumber: PSSI.org)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mengkritik kinerja wasit saat skuad Garuda dihajar Vietnam empat gol tanpa balas, Senin (7/6/2021) malam. Shin menyebut bahwa keputusan wasit telah merubah ritme permainan Indonesia. 

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan pahit saat melakukan pertandingan melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia grup G. 

Bermain imbang 0-0 di babak pertama, permainan tim Garuda runtuh di babak kedua setelah Vietnam berhasil mencetak empat gol ke gawang Nadeo Argawinata. 

Keempat gol Vietnam yang bersarang ke gawang Indonesia dicetak oleh Nguyen Tien Linh, Nguyen Quang Hai, Nguyen Phuong Cong, dan Van Thanh Vu.

Baca Juga: Hasil Indonesia vs Vietnam: Garuda Takluk Empat Gol Tanpa Balas

Seusai laga, Shin Tae-yong mengungkapkan salah satu penyebab kekalahan telak timnas Indonesia atas Vietnam. 

Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut keputusan wasit Ahmad Al-ali yang memimpin pertandingan telah merubah ritme permainan Indonesia. 

“Sebelum pertandingan, saya pikir kesempatan dibagi sama rata untuk kedua belah pihak, dan di awal babak kedua, saya tetap mempertahankan pendapat itu," kata Shin dikutip dari vnexpress.net.

"Tapi ritme permainan berubah terlalu cepat. Saya dulu memimpin tim Korea di babak pertama Piala Dunia 2018. Tapi saya belum pernah melihat permainan berubah begitu cepat," jelas Shin. 

“Kami kemasukan gol pertama setelah situasi kehilangan bola dari jauh. Namun sebelum menyelesaikan, penyerang Vietnam membiarkan bola menyentuh tangannya," ungkapnya.

Penulis : Rizky L Pratama | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19