Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Waketum Kadin Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Digital

Senin, 7 Juni 2021 | 12:41 WIB
waketum-kadin-dorong-penguatan-ekosistem-ekonomi-syariah-berbasis-digital
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid. (Sumber: Youtube/Arsjad Rasjid)

JAKARTA, KOMPAS.TV – State of Global Islamic Economic Report memproyeksikan tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia akan meningkat hingga USD 2,4 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 3,1 persen.

Sebelumnya, data tahun 2020-2021 menunjukkan, tingkat konsumsi mencapai USD 2,02 triliun banyak terserap di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media, serta rekreasi halal.

Melihat hal tersebut, Ketua Dewan Penyantun Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Arsjad Rasjid menegaskan, Indonesia bisa mengambil kesempatan menjadi produsen sekaligus eksportir produk halal terbesar melalui inovasi berbasis teknologi digital.

“Potensi ekonomi syariah Indonesia yang membentang luas mulai dari industri halal, keuangan Islam, pendidikan Islam, keuangan sosial, juga ekonomi berbasis komunitas, harus ditopang dengan transformasi teknologi digital yang kuat,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Penguatan Pengusaha Nasional melalui keterangan pers, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Momentum Hari Lahir Pancasila, Waketum Kadin: Perkuat Persatuan untuk Indonesia Tangguh

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, yaitu mencapai 229 juta jiwa atau sekira 87,2 persen dari populasi Indonesia dan 12,7 persen dari populasi muslim dunia, Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk-produk muslim.

Pada 2019 lalu, ekonomi syariah Indonesia diketahui menduduki peringkat keempat dunia setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Berdasarkan Indikator Ekonomi Islam Global, ekonomi syariah Indonesia juga terus mengalami kenaikan.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Industri, Kadin: Sinergi dengan Pemerintah Sangat Penting

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Arsjad menegaskan, inovasi berbasis teknologi digital mampu mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang sangat besar.

Penulis : Elva Rini

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19