Kompas TV internasional kompas dunia

Pengamat Palestina Anggap Naif Koalisi Partai Arab dengan Oposisi Israel demi Gulingkan Netanyahu

Minggu, 6 Juni 2021 | 13:38 WIB
pengamat-palestina-anggap-naif-koalisi-partai-arab-dengan-oposisi-israel-demi-gulingkan-netanyahu
Pemimpin partai Raam, Mansour Abbas. (Sumber: Flash90 Via Times of Israel)

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Pengamat Palestina, Diana Buttu merasa keputusan Partai Raam (Partai Arab Bersatu) berkoalisi dengan oposisi Israel sebagai sesuatu yang naif.

Partai Raam berkoalisi dengan pemimpin oposisi, Neftali Bennet dan Yair Lapiduntuk membentuk Pemerintahan Israel Bersatu.

Mereka bertekad menggulingkan kepemimpinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sudah memimpin selama 12 tahun.

Pemimpin Partai Raam, Mansour Abbas menegaskan keputusannya bergabung dengan koalisi adalah demi kebaikan warga Palestina.

Baca Juga: Kawal Pemukim Ilegal Yahudi, Tentara Israel Tutup Paksa Lokasi Penggalian Arkeologi Palestina

Abbas menggaransikan pemerintahan baru akan menghentikan penghancuran rumah-rumah warga Palestina yang dibangun tanpa izin Israel.

“Kami memutuskan bergabung dengan pemerintahan untuk mengubah keseimbangan kekuatan politik di negara ini,” kata Abbas setelah penandatanganan perjanjian koalisi.

Namun, Buttu mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa Abbas telah membuat kesalahan besar dengan berpikir dirinya bisa menjadi pembuat raja di Israel.

“Ia membantu koalisi dengan menyatukannya, tetapi sebagai orang Palestina bukanlah peran kita untuk menjadi pembuat raja,” tutur perempuan yang juga seorang pengacara yang berdomisili di Kanada itu.

Baca Juga: Netanyahu Terancam Akibat Koalisi Oposisi dan Partai Arab, Palestina: Kondisinya Tak Akan Berbeda

Penulis : Haryo Jati | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19