Kompas TV feature ngopi

Aturan Bersepeda Di Jalan Jakarta (3) - NGOPI

Sabtu, 5 Juni 2021 | 00:16 WIB

KOMPASTV - Banyak ragam pilihan moda transportasi darat milik pribadi yang ada. Mulai dari mobil, sepeda motor atau kalau mau yang lebih selow lagi ya sepeda.

Tapi kata santai dan selow bagi sepeda kayaknya layak jadi perdebatan akhir-akhir ini. Apalagi kalau bukan fenomena ramainya road bike di jalan raya beberapa bulan belakangan ini. Belum lagi ditambah dengan viralnya pesepeda motor yang mengacungkan jari tengah ke rombongan pengendara road bike tempo hari. Diperkirakan hal ini terjadi lantaran pengendara motor kesal karena rombongan pesepeda memenuhi jalan sehingga menghalangi si kuda besi.

Roadbike, yang belakangan sering dijunmpai berkendara secara rombongan, mempunyai laju rata-rata di atas 30 km/jam ini jelas tak nyaman bila harus berkendara di atas ‘karpet merah’ hadiah Pemprov DKI Jakarta yang bernama jalur sepeda, dengan luas hanya 2 m. Dilema memang. Dana miliaran rupiah ternyata tak mampu mencegah friksi yang kerap terjadi antar sesama pengguna jalan raya. Arogansi di jalan raya sebenarnya bukan terjadi baru kali ini saja. Dan bukan juga hanya pengendara sepeda saja yang melakukannya. Tapi, apa mau dikata. Kini mereka tengah jadi sorotan banyak orang. Label orang ‘berada’ ditambah keistimewaan untuk mendahulukan pesepeda yang tercantum di UU no. 22 tahun 2009 sudah terlanjur tertanam dalam benak banyak orang yang kontra. Tak heran bila kemudian ada yang cemburu akan hal ini, seperti layaknya cerita sinetron tentang marahnya sang pacar karena harus tersingkir oleh jodoh pilihan yang bergelimang harta.

Banyak yang berpendapat bahwa logika, etika dan tenggang rasa menjadi jawabnya. Namun mengingat kebiasaan orang Indonesia yang makin mudah marah, apakah 3 hal ini cukup? Lalu kalau nggak cukup harus gimana? Bukankah penegakan UU & Peraturan sudah seharusnya mengambil peranan? Hanya saja problematika klasik selalu menyapa. Ya apalagi kalau bukan plin plan nya para penegak hukum di negeri ini.

Rasanya salah juga, bila terus mengutuk para pesepeda. Toh sesungguhnya hobi ini bisa datangkan banyak manfaat. Badan sehat, menambah sahabat, menjaga kewarasan di masa edan karena pandemi & juga yang tak kalah penting menambah penghasilan dari berbagai lapangan pekerjaan baru yang tercipta dari sepeda.

Lalu harus bagaimana? Yaa semoga saja apa pun yang terlontar, baik yang tersurat maupun tersirat, di Ngopi TOLAK AROGANSI DI JALAN RAYA ini mampu buka wacana & cakrawala baru untuk menyetop arogansi apapun yang terjadi di jalanan Indonesia.

 

Penulis : Anas Surya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:44
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19