Kompas TV nasional sosial

MUI Ikut Bahas Polemik Tes Wawasan Pegawai KPK

Jumat, 4 Juni 2021 | 00:06 WIB

KOMPAS.TV - Safari pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan terus berlanjut.

Hari ini, mereka menemui pimpinan pusat Majelis Ulama Indonesia. Mereka menyampaikan apa yang mereka nilai sebagai ketidakadilan dalam proses tes wawasan kebangsaan dan isu radikal yang dituduhkan.

Pertemuan yang berlangsung tertutup di Kantor Pusat MUI Jakarta Pusat itu berlangsung selama dua jam.

Usai pertemuan, Ketua Bidang Ukhuwah dan Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan sikap MUI atas polemik ini akan ditetapkan dalam rapat pimpinan Selasa pekan depan.

MUI akan mendalami tes wawasan kebangsaan yang dipermasalahkan. 

Sementara itu, perwakilan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan, Harun Al Rasyid yang merupakan Mantan Kasatgas Penyelidikan KPK menyatakan pertemuan dengan lembaga keagamaan sebagai wujud penolakan atas isu intoleransi dan taliban di tubuh KPK.

Sebelumnya pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan terus berkomunikasi dengan Komnas HAM. Rabu kemarin.

Komnas HAM  memeriksa delapan orang terkait laporan  tentang tes wawasan kebangsaan.

Mereka yang diperiksa di antaranya pengurus wadah pegawai KPK.  

Komnas HAM juga akan memanggil Ketua KPK Firli Bahuri dan pimpinan KPK yang lain untuk menjelaskan polemik tes wawasan kebangsaan yang menyebabkan 75 pegawai KPK tidak lolos, dimana 51 di antaranya dipecat.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan KPK akan tetap berjalan meski 75 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan kini tak bekerja lagi di KPK.

Karena menurut Firli, KPK tidak bergantung pada orang per orang atau individu.

Firli menegaskan 1.271 pegawai KPK yang lolos tes dan diangkat menjadi aparatur sipil negara ini akan bekerja sesuai sistem dan Undang-undang yang berlaku untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:46
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19