Kompas TV nasional hukum

Penyidik KPK Harun Al Rasyid: Mana Ada Orang Tidak Bisa Dibina

Rabu, 2 Juni 2021 | 17:33 WIB
penyidik-kpk-harun-al-rasyid-mana-ada-orang-tidak-bisa-dibina
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid saat hadir dalam acara Mata Najwa episode KPK Riwayatmu Kini yang digelar Kamis (27/5/2021) (Sumber: Instagram Narasi Newsroom)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Peran Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dianggap sebagai orangtua dalam memimpin lembaga anti saruah. Atas dasar itu, Firli Bahuri diminta menyelesaikan polemik dalam alih status menjadi ASN selayaknya seorang bapak.

Demikian dikatakan penyidik KPK Harun Al Rasyid dalam keterangannya di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Rabu (2/6/2021).

“Kalau pimpinan ini bapak dan saya anak. Apalagi proses peralihan sangat jelas, beralih secara langsung. Kami kan tidak ingin, yang ingin ASN siapa? UU, tetapi apa kemudian urusan yang sebetulnya mudah dibuat sulit. Yang bikin keluarga kita,” kata Harun Al Rasyid.

“Saya berharap pada pimpinan, kami anakmu, kami lahir dari dirimu, kalau kami nggak bisa dibina salah siapa? Ya Bapaknya. Mana ada orang tidak bisa dibina,” tambahnya.

Harun Al Rasyid lebih lanjut mengajak pimpinan KPK untuk bergandengan serupa bapak dan anak dalam menjalankan perannya di lembaga anti saruah.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Disebut Beri Uang ke Mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Rp3,15 Miliar

“Kami ini anak mari bergandengan. Yang rugi bangsa. Belum lagi adik-adik di bawah kita dan lembaga lain. Kalau ini tidak beres ke depan bisa dipermainkan. Dan ini bahaya. Taruhannya bangsa dan negara,” ujarnya.

Dalam pernyataannya di Komnas HAM, Harun Al Rasyid juga membeberkan kecurigaannya soal ada pihak lain di belakang Filri Bahuri.

Pihak itu diduga melakukan campur tangan dalam mendorong keputusan pimpinan KPK untuk memangkas 75 pegawai melalui TWK.

“Saya agak heran. Oleh karena itu saya menduga ngotot untuk menyingkirkan itu karena ada pengaruh orang luar yang bisa memengaruhi ke dalam,” katanya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:18
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19