Kompas TV klik360 sinau

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Emas

Senin, 31 Mei 2021 | 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Emas adalah logam mulia yang paling digemari untuk investasi. Sama seperti instrumen investasi lainnya, harga emas juga fluktuatif. Meskipun, dalam jangka panjang harga emas cenderung selalu naik.

Lalu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas?

1. Ketidakpastiaan kondisi global

Situasi politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang adalah salah satu pemicu naik dan turunnya harga emas. Saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik.

2. Penawaran dan permintaan emas

Lebih besar permintaan emas ketimbang penawarannya bikin logam mulia ini bakal naik. Sebaliknya, harganya akan turun apabila penawaran lebih besar daripada permintaannya.

3. Kebijakan moneter The Fed AS

Jika The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Sebab dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi, dan orang-orang jadi menempatkan uangnya dalam bentuk emas. Begitu juga sebaliknya, jika The Fed menurunkan suku bunga, maka harga emas ikut terkoreksi.

4. Inflasi

Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas. Saat inflasi, nilai uang bisa turun, maka orang-orang memilih mengamankan uang mereka dalam bentuk emas.

5. Nilai tukar dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (USD) ke dalam mata uang Rupiah. Jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar Rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.

Baca Juga: Harga Kripto Jatuh, Investor Kembali Beralih ke Emas yang Bakal Naik Terus?

Penulis : Laura Elvina

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19