Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Ekonom Soal Program Work from Bali: Tidak Efektif dan Tidak Masuk Akal

Selasa, 25 Mei 2021 | 10:05 WIB
ekonom-soal-program-work-from-bali-tidak-efektif-dan-tidak-masuk-akal
Kawasan Nusa Dua, Bali (Sumber: itdc.co.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencanangkan program Work from Bali untuk PNS. Namun, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, program itu tidak efektif dan tidak masuk akal.

Menurut Enny, Kemenko  sebagai kementerian ekonomi harusnya berpikir matang dalam membuat kebijakan. Jangan malah berpikir dangkal dengan membuat kebijakan yang parsial dan bersifat ad hoc (sementara).

"Progtam Work from Bali akan meningkatkan biaya perjalanan dinas. Padahal sejak tahun lalu, semua kementerian dan lembaga sudah diminta memangkas anggaran hingga Rp1,8 triliun karena fiskal kita kan cekak, " kata Enny kepada KOMPAS TV, Senin (24/05/2021).

Menurut Enny, ekonomi Bali terpuruk karena pandemi Covid-19. Sehingga anggaran pemerintah harusnya dipakai untuk menangani Covid di Bali, agar kurva kasus Covid disana cepat melandai. Misalnya dengan percepatan vaksinasi di Bali.

Baca Juga: Bersaing dengan Bali, Yogya Siap Lakukan "Work from Yogyakarta"

Ia menilai, program Work from Bali tidak akan berdampak signifikan pada ekonomi Bali dan Nasional.

"Contohnya tahun lalu saat pemerintah menunjuk sejumlah daerah untuk menjadi lokasi perjalanan dinas PNS. Ekonomi daerah yang ditunjuk kan nggak naik. Yang ada malah klaster perkantoran yang naik. Itu harusnya jadi bahan evaluasi, " ujar Enny.

Enny mengakui, Bali memang penting dan harus ditolong. Tapi jangan menggunakan kebijakan yang hanya bersifat sementara. Pemerintah harus mempersiapkan Bali terbiasa dengan disiplin protokol kesehatan dan kurva kasus Covid yang melandai.

Sehingga dengan sendirinya program pariwisata Bali aman untuk turis akan efektif.

"Kalau Bali belum siap, PNS yang dipaksa kerja dari sana yang akan menjadi korban," tegas Enny.

Penulis : Dina Karina | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19