Kompas TV nasional peristiwa

Pengamat Sebut Pelat Khusus Kendaraan Milik Anggota DPR Bentuk Kesombongan dan Jauh dari Rakyat

Minggu, 23 Mei 2021 | 15:48 WIB
pengamat-sebut-pelat-khusus-kendaraan-milik-anggota-dpr-bentuk-kesombongan-dan-jauh-dari-rakyat
Salah satu kendaraan yang diduga milik salah satu anggota DPR RI sudah terpasang pelat nomor khusus. (Sumber: Grup Whatssapp via kompas.com )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) menyebut pelat nomor kendaraan khusus yang digunakan anggota DPR merupakan bentuk kesombongan dan jauh dari masyarakat.

Ray berpendapat pelat khusus yang digunakan DPR merupakan penanda bahwa lembaga itu seakan memiliki kelas sosial tersendiri.

"Mereka seperti bukan wakil rakyat. Karena itu, penanda kendaraan mereka pun harus berbeda dengan rakyat. Ini seperti kesombongan sosial," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (22/05/2021).

Baca Juga: Kritik Plat Nomor Kendaraan Khusus Anggota DPR, Formappi: Apa Pentingnya?

Anggota DPR, menurut Ray, merasa sudah berbeda dari warga biasa setelah memiliki jabatan politik.

Padahal, kata dia, seharusnya dalam kesadaran etik anggota dewan rasa kesombongan sosial harus dihilangkan.

"Jabatan politik membuat mereka seperti bukan warga biasa. Kesombongan sosial ini mestinya dikikis dari kesadaran etik anggota DPR. Bukan sebaliknya dipupuk dan difasilitasi," ucapnya.

Adapun tujuan pembuatan pelat khusus agar lebih mudah dilacak, Ray menganggap hal itu hanyalah alasan yang mengada-ada.

Baca Juga: DPR Anggap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Pemda dan Situasi Daerahnya

Sebab, menurutnya, kepemilikan mobil pribadi anggota DPR dapat dilacak dengan mudah melalui LHKPN yang telah diserahkan ke lembaga KPK.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Tito Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19