Kompas TV internasional kompas dunia

Meski Katanya Gencatan Senjata, Nelayan Gaza: Kami Ditembaki dan Wilayah Laut Kami Dibatasi

Sabtu, 22 Mei 2021 | 23:50 WIB
meski-katanya-gencatan-senjata-nelayan-gaza-kami-ditembaki-dan-wilayah-laut-kami-dibatasi
Sejumlah nelayan Gaza tampak mengoperasikan kapal-kapal kecil mereka di sekitar pantai wilayah Gaza untuk menangkap ikan pada Sabtu (22/5/2021) menyusul diberlakukannya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (Sumber: AP Photo)

GAZA, KOMPAS.TV – Sehari setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan, para nelayan di Gaza kembali melaut. Namun, mereka mengeluhkan wilayah penangkapan ikan yang kian dibatasi oleh Israel.

Sejak akhir bulan lalu, nelayan Gaza gigit jari. Pasalnya, akses menuju pantai untuk melaut ditutup oleh Israel setelah Israel mengklaim wilayahnya dihajar rentetan roket yang ditembakkan dari Gaza.  

Melansir Associated Press, pada Sabtu (22/5/2021), puluhan nelayan Gaza berkumpul di pelabuhan untuk memperbaiki jaring dan mengoperasikan kapal penangkap ikan kecil milik mereka.

Baca Juga: Kondisi Jalur Gaza Pasca Serangan Israel, Gedung Bertingkat Rata dengan Tanah!

Namun, para nelayan Gaza mengeluhkan pembatasan wilayah menangkap ikan oleh tentara Israel.

Salah Abu Riyaleh, salah seorang nelayan, mengatakan, kapal Israel menembaki kapalnya pada jarak sekitar 5,6 kilometer dari lepas pantai Gaza.

“Kami tak bisa pergi melaut ke tempat yang jauh dan dalam,” katanya.

“Kami takut. Sangat takut. Tak ada gencatan senjata. Mereka menembaki kami para nelayan.” cerita dia.

Baca Juga: Israel-Palestina Gencatan Senjata, Warga Gaza Turun ke Jalan Rayakan Kemenangan

Israel biasanya membatasi atau menangguhkan zona penangkapan ikan bagi nelayan Gaza di Laut Mediterania setelah mendapat serangan dari milisi Gaza atau aksi kekerasan lainnya.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19