Kompas TV internasional kompas dunia

Mereka Kaya Raya Berkat Vaksin Covid-19, Siapa Saja?

Sabtu, 22 Mei 2021 | 13:52 WIB
mereka-kaya-raya-berkat-vaksin-covid-19-siapa-saja
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Sumber: Shutterstock.com)

INGGRIS, KOMPAS.TV - Upaya penggenjotan vaksinasi Covid-19 yang tengah dilakukan oleh beberapa negara di dunia ternyata membawa pundi-pundi kekayaan bagi sebagian pihak.

Menurut organisasi nirlaba Inggris, Oxfam, setidaknya ada sembilan orang yang kekayaannya semakin bertambah seiring dengan digencarkannya distribusi vaksin Covid-19.

Melansir laman resmi Oxfam, Sabtu (22/5/2021), total harta dari kesembilan orang tersebut mencapai USD 19,3 miliar atau sekitar Rp 275,99 triliun.

Baca Juga: Kongkalikong Vaksin Corona Dijual Rp 250.000, Tersangka Dokter hingga ASN Terancam Dipecat

Oleh The People's Vaccine Alliance, organisasi yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan, jumlah kekayaan tersebut diperkirakan bisa digunakan untuk melakukan vaksinasi seluruh penduduk di negara berpendapatan rendah.

Tergabung dalam organisai tersebut, Oxfam beserta Global Justice Now, dan UNAIDS lantas menganalisis data daftar orang kaya versi Forbes.

Guna memperlihatkan besaran harta yang didapatkan oleh segelintir orang dari proses vaksinasi yang didanai oleh publik.

"Betapa bukti kegagalan kolektif kita untuk mengendalikan penyakit kejam ini sehingga kita dengan cepat menciptakan miliarder vaksin baru tetapi sama sekali gagal memvaksinasi miliaran orang yang sangat membutuhkan untuk bisa merasa aman," ujar Health Policy Manager Oxfam Anna Marriott.

Semakin bertambahnya kantong dari orang-orang kaya, yang merupakan pemilik atau pendiri perusahaan farmasi.

Hal ini tak lepas dari melonjaknya nilai saham dari perusahaan mereka sejak distribusi vaksin Covid-19 digencarkan.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Deni Muliya

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19