Kompas TV nasional kesehatan

Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Disetop, Bagaimana Warga yang Sudah Terima Dosis Pertama?

Jumat, 21 Mei 2021 | 14:01 WIB
vaksin-astrazeneca-batch-ctmav547-disetop-bagaimana-warga-yang-sudah-terima-dosis-pertama
Seorang tenaga kesehatan menunjukkan botol berisi vaksin Astrazeneca di Stuttgart, Jerman, Jumat (19/3/2021). (Sumber: Marijan Murat / dpa via AP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir perihal penghentian sementara vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengungkapkan vaksin AstraZeneca dengan nomor batch lain masih tetap aman digunakan.

"Kalau misalnya, kan ada ratusan ribu (masyarakat) yang telah divaksin dengan batch yang disuspend. Itu untuk vaskinasi berikutnya tidak perlu pakai vaksin batch yang sama," kata Hindra dalam program Rosi di KOMPAS TV, dikutip Jumat (21/5/2021). 

Baca Juga: Penjelasan Komnas KIPI Soal Tiga Orang Meninggal Setelah Suntik Vaksin AstraZeneca

Senada dengan Hindra, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan jika penelitian terkait vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 belum keluar, maka vaksinasi tahap kedua dapat menggunakan batch yang berbeda.

"Memang kita tahu bahwa yang penting merek vaksinnya sama," ujar Nadia. 

Lebih lanjut Nadia memapaparkan bahwa semua vaksin AstraZeneca di setiap batch sudah melalui quality control

Baca Juga: Pakar Imunisasi Sebut Vaksin AstraZeneca Terbukti Aman dan Banyak Digunkan di Negara Lain

Sebagai informasi Kemenkes telah memberi pernyataan terkait penghentian sementara vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 pada Minggu (16/5/2021).

Penghentian batch CTMAV547 tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pengujian dari BPOM.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19