Kompas TV nasional sapa indonesia

Mengungkap Deretan Fakta dan Penyebab Israel-Palestina Sulit Berdamai

Selasa, 18 Mei 2021 | 11:46 WIB

KOMPAS.TV - Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran di beberapa lokasi di Kota Gaza. 

Ini merupakan serangan udara lebih berat, mencakup area yang lebih luas dan berlangsung lebih lama dari serangkaian Serangan udara 24 jam sebelumnya yang telah menewaskan 42 warga palestina.

Serangan itu merupakan serangan tunggal paling mematikan dalam putaran terakhir kekerasan antara Israel dan Organisasi Hamas yang menguasai Gaza.

Sejak ketegangan memanas seminggu lalu (7/5), Militer Israel telah melancarkan ratusan serangan udara yang menargetkan infrastruktur Militan Hamas. Sementara Militan Palestina di Gaza telah menembakkan lebih dari 3.000 roket ke israel.

Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja mengungkap latar belakang yang mendasari konflik Israel-Palestina.

Ia menyebutkan jika konflik Israel-Palestina yang mencuat dilatarbelakangi nomor satu oleh faktor politik. 

PM Israel, Benjamin Netanyahu diketahui sudah berkuasa sejak 2009 dan kekuatan partainya saat ini melemah hingga terdesak harus berkoalisi dengan salah satu partai Arab yang ada di Israel. Bahkan, pemilu di Palestina yang tadinya akan diselenggarakan di bulan Mei, harus diundur ke bulan Juli dan warga di Yerussalem mendapatkan ancaman tidak boleh memilih.

Selain itu, kedua belah negara ini memiliki kelompok yang sentris dan ekstrem. Cara melemahkan satu sama lain adalah dengan memecah-belah, itulah mengapa kelompok-kelompok yang ada di kedua negera tersebut sering memprovokasi dengan isu dan simbol agama untuk memecah belah kekuatan negara lawan. 

Adapun strategi politik luar negeri Israel ialah kemitraan, sedangkan Palestina ialah bantuan dan mengangkat norma anti-kolonialialisme.

Simak dialog selengkapnya bersama Dinna Prapto Raharja, Pengamat Hubungan Internasional & Founder of Synergy Policies serta wartawan senior yang juga menulis sejumlah buku mengenai Yerussalem dan Politik Timur Tengah, Trias Kuncahyono.

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:26
IKUTI WEBINAR KOMPAS INSTITUTE BERTAJUK "BRAND STORY THROUGH MEDIA", DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   MAYJEN DUDUNG ABDURACHMAN RESMI MENJABAT PANGLIMA KOMANDO CADANGAN STRATEGIS   KASUS COVID-19 DI BANGKALAN MENINGKAT, KETUA SATGAS MINTA PROSES "TESTING, TRACING, & TREATMENT" DITINGKATKAN   KSP: PASAL PEMIDANAAN PENGHINA PRESIDEN DI RKUHP UNTUK JAGA KEHORMATAN KEPALA NEGARA   SOAL PASAL PENGHINAAN PRESIDEN DI RKUHP, TENAGA AHLI UTAMA KSP ADE IRFAN PULUNGAN: BUKAN UNTUK PENGKRITIK   PEMPROV DKI BUKA LAYANAN VAKSINASI COVID-19 UNTUK SELURUH WARGA JAKARTA BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS   DPR TUNGGU SURAT PRESIDEN UNTUK MEMBAHAS REVISI UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: SKB PEDOMAN KRITERIA IMPLEMENTASI UU ITE SEGERA DILUNCURKAN   WAKIL KETUA BALEG DPR WILLY ADITYA SEBUT PIHAKNYA SAMBUT BAIK RENCANA PEMERINTAH MEREVISI UU ITE   KEMENTERIAN AGAMA: PENUNDAAN HAJI 2 TAHUN TERAKHIR SEMAKIN MEMPERPANJANG ANTREAN HAJI   MENHUB BUDI KARYA SUMADI: PEMBANGUNAN LRT JABODEBEK CAPAI 84,6 PERSEN, DITARGETKAN BEROPERASI PADA 2022   PRESIDEN JOKOWI INGIN INDONESIA DAPAT MENGEKSPOR LRT KE BERBAGAI NEGARA DI MASA DEPAN   TINJAU STASIUN LRT TMII, PRESIDEN JOKOWI HARAP UJI COBA LRT JABODETABEK APRIL, OPERASIONAL JUNI 2022    MENTERI PPPA: LAPORKAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI LAYANAN SAPA 129 ATAU WHATSAPP 08111-129-129