Kompas TV regional berita daerah

Buat Video Hina Palestina, Pemuda di Mataram Terancam 6 Tahun Penjara

Senin, 17 Mei 2021 | 22:16 WIB

NTB, KOMPAS.TV - Seorang pemuda di Mataram, Nusa Tenggara Barat ditangkap polisi lantaran membuat dan mengunggah video yang menghina Palestina ke media sosial.

Akibatnya sang pemuda terancam hukuman 6 tahun penjara.

Inilah video buatan Hilmiadi alias Ucok yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Dalam video berdurasi 13 detik ini, sang pemuda menghina Palestina.

Videonya dikecam warganet karena mengandung ujaran kebencian dan bernuansa sara.

Laporan secara online pun muncul hingga ucok ditangkap polisi.

Pelaku sempat membuat video permintaan maaf yang juga diunggah di media sosial.

Namun polisi yang menerima laporan warga menangkap pelaku dan menyita sebuah ponsel yang digunakan pelaku untuk merekam dan mengunggah videonya.

Hingga saat ini, pelaku ditahan di Mapolda Nusa Tenggara Barat dan dua saksi diperiksa polisi.

Pelaku dijerat pasal tentang tindak pidana penyebaran informasi yang menimbulkan keresahan.

Pembuatan video TikTok menghina Palestina tersebut dibuat pelaku, Sabtu 15 Mei 2021 sekitar pukul 07.00 WITA di sebuah kampus swasta di Kota Mataram dan malam harinya tindakan pelaku langsung dilaporkan warga.

Pelaju disangkakan Pasal 45 A Ayat 2 Juncto padal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomer 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Beberapa saat sebelum ditahan pelaku sempat membuat video TikTok berisi permohona maaf atas kekeliruannya.

Pelaku mengaku telah membuat kesalahan dengan membuat video TikTok yang menghina negara Palestina dengan kata kata tidak pantas melalui akun medsosnya ucokbancok.

Aparat mengamankan sebuah handphone yang digunakan pelaku membuat video TikTok.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19