Kompas TV klik360 sinau

5 Perang Tersingkat yang Pernah Terjadi di Dunia, Dari 30 Hari hingga 30 Menit

Senin, 17 Mei 2021 | 19:31 WIB

KOMPAS.TV - Sejarah mencatat sejumlah perang terjadi di masa lalu. Ada yang terjadi selama bertahun-tahun, namun ada pula yang terjadi secara singkat.

Dilansir dari History of Yesterday, berikut ulasan ringkas perang tersingkat di dunia:

1. Perang 30 Hari: Yunani dan Turki

Terjadi pada 1897, orang Yunani ingin mengambil alih Pulau Kreta yang berada di bawah kendali Kekaisaran Ottoman.

Ketika orang Yunani berusaha untuk mengambil alih pulau itu, Kekaisaran Ottoman memberikan perlawanan. Karena tidak siap, pasukan Yunani tumbang dalam hitungan 30 hari.

2. Perang 24 Hari: Georgia dan Armenia

Berlangsung pada 7-31 Desember 1918 atas sengketa distrik di Lori, Javerkehti, dan Borchalo. Setelah lepas dari Kekaisaran Ottoman, perkelahian terjadi antara orang Georgia dan Armenia untuk menguasai daerah-daerah tersebut.

Pertikaian berakhir dengan kesepakatan distrik-distrik tersebut dikendalikan pemerintahan gabungan Georgia-Armenia.

3. Perang 13 Hari: India dan Pakistan

Perang terbesar namun terpendek antara India dan Pakistan, berlangsung antara tanggal 3-16 Desember 1971. Dimulai ketika angkatan udara Pakistan menyerang 11 stasiun udara India, meningkatkan permusuhan antara kedua negara.

Perang berakhir dengan kekalahan Pakistan, dan pembentukan negara Bangladesh terjadi.

4. Perang 6 Hari: Israel dan Negara Arab

Terjadi pada Juni 1967 akibat ketegangan yang parah antara Israel dengan Mesir, Suriah, dan Yordania. Selama 130 jam pertempuran singkat, lebih dari 800 orang Israel tewas. Namun pada saat yang sama, orang-orang Arab 5 kali lebih banyak yang terbunuh.

5. Perang 38 Menit: Inggris dan Zanzibar

Terjadi pada 1896, diawali perjanjian yang ditandatangani antara Jerman dan Inggris tentang kesepakatan wilayah kekuasaan Zanzibar dan Tanzania.

Perang terjadi ketika Inggris memerintahkan Bargash untuk menyerahkan kekuasaan yang diambil dari Inggris tanpa pemberitahuan. Meski singkat, perang itu menewaskan lebih dari 500 tentara dan ratusan terluka parah.(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:14
PERCEPAT CAPAIAN TARGET, SATGAS COVID-19 YOGYAKARTA GENCARKAN VAKSINASI MASSAL   WOLFSBURG TERTARIK MEMBOYONG PEMAIN AC MILAN, JENS PETTER HAUGE   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, MALAYSIA PERPANJANG "LOCKDOWN" HINGGA 28 JUNI 2021   GUBERNUR JATIM DORONG DINAS KOPERASI DAN UKM BERI LEBIH BANYAK AKSES DAN PERMODALAN BAGI KOPERASI DAN UMKM    KEMENPAREKRAF YAKIN PEREKONOMIAN SEKTOR WISATA DAPAT TUMBUH DI TENGAH PANDEMI   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO: MELINDUNGI PERS HARUS DIMAKNAI SEBAGAI MELINDUNGI DEMOKRASI   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO: PERS MEMILIKI PERAN PENTING DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI KEPADA PUBLIK   POLRESTABES BANDUNG SIAP TINDAK TEGAS AKSI PREMANISME YANG KERAP GANGGU KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT   TINGKAT KETERISIAN RUMAH SAKIT DARURAT WISMA ATLET KEMAYORAN MENCAPAI 75 PERSEN   KEMENDIKBUD-RISTEK: VAKSINASI COVID-19 BAGI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BARU MENCAPAI 35 PERSEN   SATGAS MINTA PEMDA HATI-HATI GUNAKAN OBAT IVERMECTIN UNTUK PASIEN POSITIF COVID-19 DAN TETAP IKUTI REKOMENDASI BPOM   TEKAN LAJU COVID-19, PANGLIMA TNI MINTA PRAJURIT KEDEPANKAN PENDEKATAN KULTURAL DALAM PENERAPAN 3T   SOAL WACANA PPN BAHAN POKOK DAN JASA PENDIDIKAN, KETUA DPD LA NYALLA MATTALITTI: TIDAK ELOK DILAKUKAN   WAKIL KETUA MPR HIDAYAT NUR WAHID: RENCANA PEMERINTAH PAJAKI BAHAN POKOK DAN JASA PENDIDIKAN TAK SESUAI PANCASILA