Kompas TV internasional kompas dunia

Khawatir Varian Baru Covid-19, Jepang Larang Masuk Turis Asing dari India, Nepal, dan Pakistan

Sabtu, 15 Mei 2021 | 16:04 WIB
khawatir-varian-baru-covid-19-jepang-larang-masuk-turis-asing-dari-india-nepal-dan-pakistan
Jepang memperkuat kontrol perbatasan untuk mencegah varian Virus Corona baru dengan mewajibkan karantina ekstra ketat. (Sumber: Kompas.com)

TOKYO, KOMPAS.TV - Pemerintah Jepang mengeluarkan larangan masuk bagi turis asing yang sempat singgah di India, Nepal, dan Pakistan dalam kurun waktu 14 hari terakhir ini.

Meski telah diumumkan sejak Rabu (12/5/2021), larangan masuk bagi pendatang dari India, Nepal, atau Pakistan tersebut masa berlakunya baru dimulai per Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Pengusaha Fesyen Jepang Ini Rencanakan Perjalanan Ke Luar Angkasa, Lalu ke Bulan

Melansir dari Kyodo News, kebijakan itu diambil Jepang lantaran khawatir penyebaran varian baru Covid-19 di India telah menyebar hingga ke negara tetangganya yakni Nepal dan Pakistan.

Meski begitu, dalam penerapannya, pemerintah Jepang memberikan pengecualian untuk beberapa pendatang yang merupakan penduduk tetap di Negara Sakura itu.

Baca Juga: SoftBank Cuan Rp652 T, Jadi Perusahaan dengan Laba Terbesar di Jepang

Mereka yang warga negara Jepang dan baru meninggalkan Jepang pada Kamis kemarin, akan dibebaskan dari kebijakan tersebut apabila sudah mendapatkan izin masuk kembali.

Selain itu, pembebasan dari larangan masuk juga belaku untuk warga negara asing yang berstatus penduduk tetap di negara tersebut.

Baca Juga: Film Parasite Akan Diadaptasi dengan Versi Drama Jepang

Hingga saat ini, tiap warga negara Jepang dan warga negara asing yang datang dari sekitar 35 negara dan wilayah, diwajibkan menyerahkan hasil negatif tes Covid-19 yang diambil sebelum dan setelah kedatangan, seperti dilansir dari Japan Today.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Eddward S Kennedy

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Pencuri Modus Tolong Korban Kecelakaan

Jumat, 24 September 2021 | 15:41 WIB
Berita Daerah

Ditangkap, Preman Ini Menangis

Jumat, 24 September 2021 | 15:39 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
15:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19