Kompas TV nasional aiman

Lolos Pos Penyekatan Kok Bisa? - AIMAN

Selasa, 11 Mei 2021 | 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Pengetatan perjalanan dan pelarangan mudik diterapkan pemerintah demi mencegah penularan Covid-19 di kala Ramadan dan Idul Fitri 2021. Sejumlah sanksi pun menanti di depan mata bagi para pelanggar.

Mulai dari yang ringan, seperti ancaman putar balik, hingga yang berat, kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda uang maksimal lima ratus ribu rupiah. Bahkan, jika hukuman ini tidak manjur, beberapa Kepala Daerah telah menyiapkan hukuman nyeleneh, yaitu dikarantina di tempat angker! Apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk mudik?

Tidak! Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungakap, 18 juta orang akan tetap berniat melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2021. Berbagai alasan mengemuka ketika orang ditanya kenapa nekat mudik, meski dilarang. Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, mengungkap siasat para pemudik menuju kampung halaman.

Aiman bertemu dengan Fauzi, salah satu pemudik yang menggunakan sepeda motor menuju ke Jember, Jawa Timur, dengan sebelumnya transit di Cilacap, Jawa Tengah. Apa yang menjadi alasannya nekat mudik di tengah pelarangan perjalanan? Apakah ia tidak takut membawa virus Corona ke keluarganya? Sambil mengikuti Fauzi menyusuri jalur mudik sepanjang Bekasi-Karawang, Aiman juga melihat kesiapan pos-pos penyekatan pemudik di sana.

Apakah Fauzi berhasil menembus pos penyekatan? Eksklusif Aiman akan menguntitnya! Di akhir acara, Aiman berbincang dengan Wali Kota Madiun, Jawa Timur Maidi, di salah satu tempat karantina bagi pelanggar aturan mudik, yang konon angker! Seperti apa kemistisan tempat ini? Siapa yang akan dikarantina di sini? Bagaimana mekanisme Pemkot Madiun melakukan pengetatan perjalanan?  

Penulis : Krisna Aditomo





BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Mesin ATM Dibobol Pencuri

Jumat, 18 Juni 2021 | 18:16 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:19
67 WARGA KEMAYORAN, JAKBAR, DAN SEKITARNYA YANG TERPAPAR COVID 19 DIEVAKUASI KE WISMA ATLET GUNAKAN BUS SEKOLAH   90 PERSEN TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN KUDUS TELAH SEMBUH DARI COVID-19   SULTAN HAMENGKU BUWONO X ANCAM AKAN BERLAKUKAN “LOCKDOWN” UNTUK MENEKAN PENYEBARAN COVID-19 DI YOGYAKARTA   POLISI BERSENJATA LENGKAP DISIAGAKAN DI POSKO TES USAP MASAL DI JEMBATAN SURAMADU YANG BERADA DI SISI SURABAYA   ENAM OKNUM PRAJURIT TNI AL TERLIBAT PENGANIAYAAN DUA WARGA DI PURWAKARTA, JAWA BARAT, SATU KORBAN MENINGGAL   GUBERNUR ANIES BASWEDAN MINTA WARGA DKI DAN SEKITARNYA TETAP BERADA DI RUMAH PADA HARI SABTU DAN MINGGU BESOK   PELINDO II TELAH MENINDAK TEGAS 12 PELAKU PUNGLI DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK, JAKUT   KASUS COVID-19 BELUM MEMBAIK, PEMERINTAH MENGGANTI DUA HARI LIBUR NASIONAL DAN MENIADAKAN CUTI BERSAMA NATAL 2021   KETUM IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA AMAN BHAKTI PULUNGAN MEMPREDIKSI PANDEMI COVID-19 AKAN BERLANGSUNG 3-5 TAHUN   PEMKOT BEKASI AJAK WARGA UNTUK VAKSINASI MASSAL DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA PADA 19, 23, 26 JUNI 2021   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO INGATKAN PENTINGNYA SINERGITAS 4 PILAR TEKAN COVID-19 DI MADIUN, JATIM   DISNAKERTRANS DKI AKAN LAKUKAN PEMANTAUAN LEBIH KETAT DI PERKANTORAN YANG MASUK WILAYAH ZONA MERAH COVID-19   DISNAKERTRANS DKI AKAN BERI SANKSI KEPADA PERKANTORAN YANG NEKAT PEKERJAKAN KARYAWAN MELEBIHI BATAS KETENTUAN WFO   POLISI & TNI GENCARKAN PATROLI PROTOKOL KESEHATAN DI JAKARTA SEIRING NAIKNYA KASUS COVID-19