Kompas TV nasional aiman

Begini Siasat Pemudik Nekat - AIMAN

Selasa, 11 Mei 2021 | 20:08 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Pengetatan perjalanan dan pelarangan mudik diterapkan pemerintah demi mencegah penularan Covid-19 di kala Ramadan dan Idul Fitri 2021. Sejumlah sanksi pun menanti di depan mata bagi para pelanggar.

Mulai dari yang ringan, seperti ancaman putar balik, hingga yang berat, kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda uang maksimal lima ratus ribu rupiah. Bahkan, jika hukuman ini tidak manjur, beberapa Kepala Daerah telah menyiapkan hukuman nyeleneh, yaitu dikarantina di tempat angker! Apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk mudik?

Tidak! Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungakap, 18 juta orang akan tetap berniat melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2021. Berbagai alasan mengemuka ketika orang ditanya kenapa nekat mudik, meski dilarang. Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, mengungkap siasat para pemudik menuju kampung halaman.

Aiman bertemu dengan Fauzi, salah satu pemudik yang menggunakan sepeda motor menuju ke Jember, Jawa Timur, dengan sebelumnya transit di Cilacap, Jawa Tengah. Apa yang menjadi alasannya nekat mudik di tengah pelarangan perjalanan? Apakah ia tidak takut membawa virus Corona ke keluarganya? Sambil mengikuti Fauzi menyusuri jalur mudik sepanjang Bekasi-Karawang, Aiman juga melihat kesiapan pos-pos penyekatan pemudik di sana.

Apakah Fauzi berhasil menembus pos penyekatan? Eksklusif Aiman akan menguntitnya! Di akhir acara, Aiman berbincang dengan Wali Kota Madiun, Jawa Timur Maidi, di salah satu tempat karantina bagi pelanggar aturan mudik, yang konon angker! Seperti apa kemistisan tempat ini? Siapa yang akan dikarantina di sini? Bagaimana mekanisme Pemkot Madiun melakukan pengetatan perjalanan? 

Penulis : Krisna Aditomo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:13
LIONEL MESSI KHAWATIR TERTULAR COVID-19 JELANG LAGA PERDANA ARGENTINA DI COPA AMERICA 2021 MELAWAN CHILE   KEMENKO PMK: PEMBANGUNAN RUMAH TAHAN GEMPA DI NTB SETELAH DIGUNCANG GEMPA PADA JULI 2018 ALAMI KETERLAMBATAN   KEMENDAGRI GRATISKAN AKSES VERIFIKASI DATA PENDUDUK KE SEJUMLAH LEMBAGA SELAMA 6 TAHUN TERAKHIR   WASKITA DAN TERREGRA TEKEN KONTRAK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO BATANG TORU SENILAI RP 377 M   PENDAFTARAN PPDB 2021 UNTUK SMA DAN SMK DI RIAU DIUNDUR KARENA ADANYA KENDALA TEKNIS YANG PERLU DISELESAIKAN   OMBUDSMAN JAKARTA: KETIDAKMAMPUAN "PROVIDER" JADI KENDALA DALAM PPDB DKI   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 4.972 ORANG: 4.163 SEMBUH, 206 MENINGGAL DUNIA, 603 DALAM PERAWATAN   PERMENKES 18/2021: PENGGUNAAN JENIS VAKSIN COVID-19 DALAM PROGRAM PEMERINTAH DAN GOTONG ROYONG BOLEH SAMA   DINKES KALIMANTAN BARAT: KETERISIAN TEMPAT TIDUR PASIEN COVID-19 DI KALBAR MENCAPAI 62%   PEMKAB KUDUS TERAPKAN KEBIJAKAN 5 HARI DIAM DI RUMAH DALAM SEPEKAN GUNA MEMUTUS PENULARAN COVID-19   POSITIF COVID-19 DAN ISOLASI MANDIRI, WALI KOTA SALATIGA YULIANTO BEKERJA DARI RUMAH DINAS   JUMLAH PASIEN COVID-19 DI RS WISMA ATLET KEMAYORAN JAKARTA TEMBUS 5.000 ORANG   SEBANYAK 3.673 PASIEN COVID-19 MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI 44 HOTEL WILAYAH JAKARTA DAN SEKITARNYA   PRESIDEN JOKOWI BERI TARGET KE GUBERNUR DKI UNTUK WUJUDKAN "HERD IMMUNITY" DI JAKARTA HINGGA AGUSTUS 2021