Kompas TV klik360 sinau

Yuk, Cari Tahu Asal-usul Ketupat yang Jadi Sajian Khas Lebaran

Selasa, 11 Mei 2021 | 20:01 WIB

KOMPAS.TV - Idul Fitri identik dengan ragam sajian khas seperti opor ayam, rendang, dan juga ketupat.

Selain menjadi sajian khas lebaran, ketupat sendiri lekat dengan kuliner khas dari beberapa daerah di Nusantara.

Tahukah kamu, bagaimana asal usul lahirnya ketupat?

Dilansir dari laman Historia.id, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya umat muslim yang sudah ada sejak pemerintahan Demak sekitar abad ke-15.

Demak sendiri adalah kerajaan Islam pertama di Jawa yang membesarkan Islam dengan bantuan para Walisongo.

Dalam memasukkan Islam ke pedalaman, beberapa wali menggunakan pendekatan agraris dan budaya-budaya lokal.

Adalah Sunan Kalijaga, yang memasukkan ketupat ke berbagai peringatan hari besar Islami agar bisa mendapatkan hati rakyat pribumi.

Selain keluar di 1 Syawal, ketupat juga disajikan lagi di lebaran ketupat, yakni perayaan sepekan setelah Idul Fitri.

Sejarawan H.J. De Graaf menyebutkan bahwa, bisa jadi janur untuk membungkus ketupat menunjukkan identitas budaya pesisiran yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Warna kuning pada janur dimaknai oleh De Graaf sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Sementara itu menurut Slamet Mulyono dalam 'Kamus Pepak Basa Jawa', kata ketupat berasal dari ‘kupat’.

Penyebutan ketupat sebagai kupat juga banyak digunakan oleh masyarakat Sunda dan Jawa.

Kupat sendiri memiliki arti unik, yaitu ‘ngaku lepat’ atau mengakui kesalahan.

Tak hanya di Indonesia, ketupat juga ditemukan di Asia Tenggara khususnya daerah yang didominasi suku Melayu.

Sajian ketupat juga bisa ditemukan bersanding dengan aneka sajian berkuah seperti opor.(*)

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Gempita Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:29
PERCEPAT CAPAIAN TARGET, SATGAS COVID-19 YOGYAKARTA GENCARKAN VAKSINASI MASSAL   KEMENTERIAN PUPR GANDENG BANK MANDIRI SALURKAN DANA PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA DI SAMOSIR   DEWAS KPK TENGAH MEMPROSES LAPORAN SOAL DUGAAN PELANGGARAN ETIK WAKIL KETUA KPK LILI PINTAULI SIREGAR   KASUS SUAP PROYEK DI DINAS PU, KPK SITA TANAH & BANGUNAN MILIK EKS BUPATI LAMPUNG UTARA AGUNG ILMU MANGKUNEGARA   KEMENPAREKRAF YAKIN PEREKONOMIAN SEKTOR WISATA DAPAT TUMBUH DI TENGAH PANDEMI   KEMENKES: VAKSIN COVID-19 PFIZER UNTUK VAKSINASI PROGRAM PEMERINTAH TIBA DI INDONESIA PERTENGAHAN JULI 2021   SATGAS MINTA KEPALA DAERAH DAHULUKAN VAKSINASI COVID-19 UNTUK WARGA LANSIA DAN PRALANSIA   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO MINTA RS RUJUKAN COVID-19 PRIORITASKAN TEMPAT TIDUR BAGI PASIEN KORONA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA SEKOLAH TATAP MUKA TERBATAS BETUL-BETUL DILAKSANAKAN SECARA HATI-HATI   SATGAS: USIA 6-18 TAHUN SUMBANGKAN 9,6 PERSEN KASUS COVID-19, HATI-HATI BUKA SEKOLAH    6 PROVINSI YANG BELUM PUNYA RSJ YAKNI: PAPUA BARAT, SULTRA, SULBAR, GORONTALO, KALTARA, DAN KEPULAUAN RIAU    PEMERINTAH AKAN BERI PERHATIAN KHUSUS TERHADAP 6 PROVINSI YANG BELUM PUNYA RUMAH SAKIT JIWA (RSJ)    KEMENTERIAN PPPA: "CALL CENTER" SAHABAT PEREMPUAN DAN ANAK 129 ATAU WHATSAPP 0211-129-129    KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK FASILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL AGAR BERANI MELAPOR