Kompas TV nasional aiman

Nekat Mudik Demi Menjenguk Ibu yang Sedang Sakit AIMAN (2)

Selasa, 11 Mei 2021 | 06:51 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Pengetatan perjalanan dan pelarangan mudik diterapkan pemerintah demi mencegah penularan Covid-19 di kala Ramadan dan Idul Fitri 2021. Sejumlah sanksi pun menanti di depan mata bagi para pelanggar. Mulai dari yang ringan, seperti ancaman ‘putar balik’, hingga yang berat, kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda uang maksimal lima ratus ribu rupiah. Bahkan, jika hukuman ini tidak manjur, beberapa Kepala Daerah telah menyiapkan hukuman ‘nyeleneh’, yaitu dikarantina di tempat angker!

Apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk mudik? 

Tidak! Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungakap, 18 juta orang akan tetap berniat melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2021.

Berbagai alasan mengemuka ketika orang ditanya kenapa nekat mudik, meski dilarang. Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, mengungkap siasat para pemudik menuju kampung halaman.

Aiman bertemu dengan Fauzi, salah satu pemudik yang menggunakan sepeda motor menuju ke Jember, Jawa Timur, dengan sebelumnya ‘transit’ di Cilacap, Jawa Tengah. Apa yang menjadi alasannya nekat mudik di tengah pelarangan perjalanan? 

Apakah ia tidak takut membawa virus Corona ke keluarganya? 

Sambil mengikuti Fauzi menyusuri jalur mudik sepanjang Bekasi-Karawang, Aiman juga melihat kesiapan pos-pos penyekatan pemudik di sana. Apakah Fauzi berhasil menembus pos penyekatan? Eksklusif Aiman akan menguntitnya!

Di akhir acara, Aiman berbincang dengan Wali Kota Madiun, Jawa Timur Maidi, di salah satu tempat karantina bagi pelanggar aturan mudik, yang konon angker! 

Seperti apa kemistisan tempat ini? Siapa yang akan dikarantina di sini? Bagaimana mekanisme Pemkot Madiun melakukan pengetatan perjalanan?  

Penulis : Krisna Aditomo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:46
AC MILAN AKAN BERI BAN KAPTEN KEPADA SIMON KJAER KARENA AKSI HEROIKNYA SAAT MENOLONG CHRISTIAN ERIKSEN DI MOMEN KRITIS   WAPRES KOMITE OLIMPIADE INTERNASIONAL (IOC) JOHN COATES TIBA DI JEPANG JELANG OLIMPIADE TOKYO   JEPANG AMANKAN VAKSIN COVID-19 TAMBAHAN UNTUK 20.000 STAF OLIMPIADE DAN PARALIMPIK TOKYO   SEBANYAK 25 ORANG TEWAS AKIBAT LEDAKAN BESAR PIPA GAS DI DEKAT PASAR SAYUR YANG RAMAI DI SHIYAN, TIONGKOK   KOREA SELATAN MULAI MELONGGARKAN PEMBATASAN SOSIAL UNTUK KONSER K-POP   KOMISI VI DPR: RENCANA PENGENAAN TARIF BANK HIMBARA MELALUI MESIN ATM LINK TIDAK AKAN DILANJUTKAN   POLISI AKAN PERIKSA AJUDAN WABUP SANGIHE HELMUD HONTONG SEBAGAI SAKSI ATAS KEMATIAN WABUP DI PESAWAT   PEMUTIHAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BERAKHIR PADA BULAN INI   KOMPOLNAS MINTA PATROLI RUTIN SETELAH TANGKAP 50 PELAKU PUNGLI DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK, JAKUT   KSAU MARSEKAL FADJAR PRASETYO TEGASKAN PANDEMI COVID-19 TAK HALANGI PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN PRAJURIT TNI AU   PEMKOT TANGERANG TARGETKAN 5.000 ORANG AKAN DIVAKSINASI COVID-19 PADA HARI INI DI GEDUNG PUSPEMKOT TANGERANG   HANYA DALAM SEPEKAN TERAKHIR, TINGKAT KETERISIAN RS DARURAT COVID-19 (RSDC) WISMA ATLET JAKARTA NAIK 69%   KADINKES DKI WIDYASTUTI SEBUT ADA 3 VARIAN BARU COVID-19 DI JAKARTA   ICW MINTA KY DAN BADAN PENGAWAS MA TELUSURI KEJANGGALAN PEMANGKASAN VONIS HUKUMAN PINANGKI SIRNA MALASARI