Kompas TV nasional peristiwa

Tak Hanya di Darat, di Laut pun Pemudik Diminta Putar Balik, Kejar-kejaran Saat Kabur

Selasa, 11 Mei 2021 | 00:58 WIB
tak-hanya-di-darat-di-laut-pun-pemudik-diminta-putar-balik-kejar-kejaran-saat-kabur
Sejumlah personel Satpolairud Polres Tabanan saat melakukan patroli wilayah pesisir di Tabanan, Kamis 6 Mei 2021. (Sumber: Dok. Polres Tabanan via Tribunnews.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena kendaraan para pemudik yang diminta putar balik saat pemberlakuan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 ternyata tidak hanya terjadi di jalur darat. Di laut pun juga terjadi ketika sejumlah pemudik yang naik kapal diminta untuk putar balik.

Seperti yang dialami tiga perahu nelayan baru-baru ini diminta putar balik oleh petugas dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok yang melakukan patroli laut untuk mencegah warga mudik. Para petugas berpatroli di perairan Teluk Jakarta, Minggu (9/5/2021).

Direktur KPLP Ahmad mengatakan, ketiga kapal nelayan itu diputar balik oleh petugas karena disinyalir melakukan perjalanan mudik yang sudah dilarang oleh pemerintah.

Baca Juga: Empat Gadis Ini Menangis karena Ketahuan Ingin Mudik, Minta Diloloskan Petugas di Pos Penyekatan

“Ada tiga kapal yang mengaku nelayan dengan perjalanan mudik ke Karawang, Subang dan sekitarnya," ujar Ahmad, Minggu (9/5/2021).

Ia menjelaskan kecurigaan petugas tersebut dikarenakan ketika itu kapal nelayan membawa muatan dalam jumlah banyak dan membawa ibu-ibu.

Adapun ketiga kapal membawa penumpang dalam jumlah yang berbeda-beda.

Dua kapal berisikan masing-masing sembilan penumpang dan kapal lainnya mengangkut 10 orang penumpang.

“Ketiga kapal dengan tujuan mudik. Ketiganya kami imbau, dan memberikan proses penyadaran untuk kembali ke Jakarta," jelas Ahmad.

Menurutnya pada saat itu, dua dari tiga kapal berusaha melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, dua kapal itu bisa diamankan.

Penulis : Gading Persada | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19