Kompas TV nasional hukum

Refly Harun: Ketika Hukuman Inti Sudah Diberikan, Seharusnya Enggak Perlu Lagi Hukuman Pidana

Senin, 10 Mei 2021 | 14:38 WIB
refly-harun-ketika-hukuman-inti-sudah-diberikan-seharusnya-enggak-perlu-lagi-hukuman-pidana
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Sumber: KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai seseorang tidak perlu diberikan sanksi pidana apabila sudah memenuhi sanksi administratif, seperti denda terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Refly menyatakan hal tersebut saat menjadi saksi dalam sidan lanjutan perihal kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Bupati Nganjuk Dikabarkan Tertangkap KPK, PDIP: Sebentar Saya Cari Data Dulu

"Saya selalu bersikap bahwa core dari aturan itu hukum administratif sebenarnya. Bukan pidananya. Pidana itu menunjang administratif aja. Ketika hukuman inti sudah diberikan, ahli berpandangan seharusnya enggak perlu lagi diikuti hukuman bersifat pidana," kata Refly.

Menurut Refly, dalam prinsip hukum umum ada dua sanksi yang diterapkan, yakni sanksi administratif dan sanksi pidana. Bilamana sanksi administratif sudah dilakukan, maka sanksi lainnya tidak berlaku.

Dalam sidang yang juga ditayangkan secara virtual ini Refly juga mengatakan sanksi pidana menjadi opsi terakhir dan hukum terbagi menjadi dua, yaitu hukum atas tindak kejahatan dan hukum atas pelanggaran.

Baca Juga: Jika Tak Mau Dianggap Ikut Lemahkan KPK, Jokowi Dinilai Tinggal Perintah untuk Batalkan TWK

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:53
BARBORA KREJCIKOVA DEDIKASIKAN JUARA DUNIA PERANCIS TERBUKA 2021 KEPADA MENDIANG MENTORNYA JANA NOVOTNA   PETENIS CEKO BARBORA KREJCIKOVA BERHASIL RAIH JUARA DUNIA TUNGGAL PUTRI PERANCIS TERBUKA 2021   DOKTER TIMNAS DENMARK SEBUT JANTUNG CHRISTIAN ERIKSEN SEMPAT TERHENTI SAAT KOLAPS DI LAPANGAN   BUNGKAM RUSIA 3-0, STRIKER BELGIA ROMELU LUKAKU DEDIKASIKAN GOL UNTUK CHRISTIAN ERIKSEN   JOE BIDEN TEGASKAN BERI DUKUNGAN UNTUK PERGELARAN OLIMPIADE TOKYO 2020 SAAT KTT NEGARA G7 BERLANGSUNG   MUHAMMAD FADLI FINIS DI POSISI KE-9 PADA NOMOR ROAD RACE KEJUARAAN DUNIA PARACYCLING CASCAIS 2021 DI PORTUGAL   LEDAKAN GAS TERJADI DI HUBEI, TIONGKOK, 11 ORANG DILAPORKAN MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH ARAB SAUDI RESMI UMUMKAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI 2021 KHUSUS UNTUK JEMAAH LOKAL   POLRES MAJALENGKA, JAWA BARAT, AMANKAN 22 ORANG PELAKU DIDUGA LAKUKAN PUNGUTAN LIAR DAN PREMANISME   BUPATI KUDUS HM HARTOPO SEBUT 28 WARGANYA TERINFEKSI VIRUS KORONA VARIAN INDIA   GUBERNUR GANJAR PRANOWO INSTRUKSIKAN BUPATI DAN WALI KOTA DI JAWA TENGAH TINGKATKAN “TRACING” DAN TES PCR   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO MINTA MASYARAKAT WASPADAI VARIAN BARU VIRUS KORONA   KEMENKO PMK: SEBANYAK 58 WILAYAH BELUM SETOR USULAN FORMASI GURU PPPK   KEMENTERIAN KELAUTAN & PERIKANAN: PEMBANGUNAN PELABUHAN PERIKANAN PESISIR PEKALONGAN BISA TANGGULANGI BANJIR ROB