Kompas TV klik360 cerita indonesia

Pengakuan Saksi yang Mobilnya Hampir Dirampas Debt Collector

Senin, 10 Mei 2021 | 03:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Saksi mata bernama Anas menceritakan kronologi pengadangan mobil yang ditumpanginya oleh sekelompok debt collector atau penagih utang.

"Saya mau klarifikasi kejadian sebenarnya yang ada di video viral. Jadi pada saat saya dan keluarga ingin menjemput om dan tante saya yang sedang sakit. Pada saat perjalanan ke rumah sakit, kita di jalan dihadang oleh debt collector dan mobil kami langsung dipukul," ujar Anas.

Baca Juga: Viral Debt Collector Cekcok dengan Anggota TNI yang Akan Mengantar Orang Sakit

Anas mengaku ditolong warga sekitar. Dirinya kemudian diarahkan menuju ke Kelurahan Semper. Di tempat ini, Anas bertemu dengan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Semper Timur, Serda Nurhadi.

Anas kemudian meminta Serda Nurhadi untuk ikut serta dalam perjalanan ke rumah sakit tersebut.

"Kami ditolong oleh warga sekitar dan diarahkan untuk ke Kelurahan Semper Timur dan di sana saya ditolong oleh Babinsa dan agar saya merasa aman perjalanan ke rumah sakit, saya minta tolong Babinsa untuk membawa mobil saya agar kami dan keluarga merasa aman," lanjutnya.

Baca Juga: Buntut Cekcok dengan TNI, Polisi Tangkap 11 Orang Terduga Debt Collector

Kronologi kejadian pengadangan tersebut disampaikan Anas dalam video yang diunggah akun Instagram @kodamjayakarta, Minggu (9/5/2021).

Dalam memberi kesaksian, Anas menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan sadar dan tidak di bawah  tekanan siapa pun.

"Saya membuat video ini dalam keadaan sadar dan tidak ada tekanan, setingan, maupun paksaan dari pihak manapun juga. Video ini saya buat murni dari hati nurani saya sendiri," ucap Anas.

Video Editor: Mukhammad Rengga

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19