Kompas TV nasional hukum

Febri Diansyah Sebut Upaya Penyingkiran Novel Baswedan dari KPK Sudah Terjadi Berulang Kali

Minggu, 9 Mei 2021 | 16:41 WIB
febri-diansyah-sebut-upaya-penyingkiran-novel-baswedan-dari-kpk-sudah-terjadi-berulang-kali
Mantan jubir KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/12/2019). (Sumber: KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, upaya untuk menyingkirkan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dari lembaga antikorupsi itu sudah terjadi berulang kali. 

Menurut Febri upaya penyingkiran berupa teror dan sejumlah serangan yang telah dialami oleh Novel Baswedan.

Adapun salah satu serangan yang dialami Novel adalah penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu yang merusak mata kirinya.

Meski mendapat sejumlah teror dan serangan, Febri menyebut penyidik senior KPK itu tetap berani dan konsisten untuk memberantas korupsi di Tanah Air.

Baca Juga: Lakpesdam Minta Presiden Batalkan Hasil Tes Wawasan Kebangsaan KPK yang Cacat Etik, Moral, dan HAM

"Upaya menyingkirkan Novel Baswedan dari KPK sudah terjadi berulang kali. Teror dan serangan juga terjadi berulang kali. Tapi ia tetap tegak lurus memberantas korupsi," tulis Febri di akun Twitter miliknya, Sabtu (8/5/2021). 

Pria yang kini aktif sebagai pegiat antikorupsi ini berpendapat bahwa upaya penyingkiran Novel dari lembaga antirasuah kembali terjadi melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Sekarang dengan alasan tes wawasan kebangsaan yang kontroversial, ia (Novel Baswedan) dan 74 pegawai terbaik lain terancam dibuang dari KPK," sambung tulisannya.

Baca Juga: KPK akan Periksa Keabsahan Surat Penonaktifan 75 Pegawai

Sebelumnya Febri juga mengaku heran terhadap pegawai-pegawai senior KPK yang terancam tersingkir karena dianggap tidak memenuhi syarat berdasarkan tes wawasan kebangsaan.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:51
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19