Kompas TV internasional kompas dunia

Korban Tewas Bom Sekolah di Afghanistan Bertambah Jadi 50 Orang, Kebanyakan Murid Usia 11 15 Tahun

Minggu, 9 Mei 2021 | 17:18 WIB
korban-tewas-bom-sekolah-di-afghanistan-bertambah-jadi-50-orang-kebanyakan-murid-usia-11-15-tahun
Sejumlah kerabat korban berupaya mengidentifikasi para korban tewas akibat serangan bom di sebuah sekolah perempuan di Kabul Barat, Afghanistan, Sabtu (08/05/2021). Jumlah korban tewas bertambah menjadi 50 orang yang kebanyakan murid-murid berusia 11-15 tahun. (Sumber: AP Photo/Rahmat Gul)

KABUL, KOMPAS.TV – Jumlah korban tewas ledakan bom di dekat sebuah sekolah perempuan di ibukota Afghanistan meningkat menjadi 50 orang. Kebanyakan korban adalah para murid yang berusia antara 11 hingga 15 tahun. Sementara, The Associated Press melaporkan pada Minggu (09/05/2021), jumlah korban luka juga meningkat hingga lebih dari 100 orang. Jumlah korban tewas dan luka diperkirakan masih terus akan bertambah.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian menyatakan, tiga buah ledakan terjadi di dekat pintu gerbang sekolah saat para murid hendak pulang sekolah pada Sabtu (08/05/2021). Ledakan-ledakan tersebut terjadi di kawasan pemukiman Syiah di barat Kabul.

Taliban membantah bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut dan mengutuk serangan tersebut.

Menurut Arian, ledakan pertama berasal dari sebuah kendaraaan bermuatan bahan peledak, yang disusul oleh dua ledakan lain.

Baca Juga: 30 Orang Tewas pada Serangan Bom di Sekolah Perempuan di Kabul, Afghanistan

Di negeri yang telah lama dilanda peperangan itu, serangan pada Sabtu kemarin merupakan salah satu serangan terburuk. Kritik yang beredar menyebut kurangnya keamanan dan bertambahnya kekhawatiran seiring penarikan tahap akhir tentara Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari Afghanistan.

Ambulans terlihat hilir mudik mengevakuasi mereka yang terluka dan masih hidup sementara sanak saudara terlihat berteriak kepada aparat keamanan di dekat lokasi serangan bom. 

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Purwanto





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:08
PRESIDEN BARCELONA JOAN LAPORTA: LIONEL MESSI DIPASTIKAN BERTAHAN DI BARCELONA MUSIM DEPAN    TAJ MAHAL INDIA KEMBALI DIBUKA DENGAN PENERAPAN PROKES KETAT, PENGUNJUNG DIBATASI HANYA 650 ORANG   HASIL UJI COBA FASE AKHIR VAKSIN COVID-19 BUATAN BIOTEKNOLOGI JERMAN, CUREVAC, HANYA EFEKTIF 47%   QATAR IZINKAN 80% PEGAWAI SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA KEMBALI BEKERJA DI KANTOR MULAI 18 JUNI 2021   JUMLAH PASIEN POSITIF COVID-19 DARI KLASTER COPA AMERICA 2021 MENCAPAI 52 ORANG   AS KEMBALI MEMBELI LEBIH DARI 200 JUTA DOSIS VAKSIN COVID-19 BUATAN MODERNA   BPBD MALUKU TENGAH: 7.227 WARGA MENGUNGSI AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1   GUBERNUR JABAR AKAN TAMBAH KAPASITAS TEMPAT TIDUR DI RS HINGGA 40% JIKA PENYEBARAN COVID-19 MAKIN MEMBURUK   KOTA BOGOR KEMBALI BERLAKUKAN SISTEM GANJIL-GENAP AKHIR PEKAN INI GUNA TEKAN LAJU PENYEBARAN COVID-19   KADIN INDONESIA PASTIKAN TENAGA KERJA ASING BISA MENGIKUTI VAKSINASI COVID-19 GOTONG ROYONG   KEMENKOMINFO: TENGGAT PELUNASAN TUNGGAKAN BHP FREKUENSI PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA HINGGA 31 JULI 2021   TOTAL TUNGGAKAN BHP FREKUENSI PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA PER 1 JUNI 2021 SEBESAR RP 442 M   PEMERINTAH TUNGGU PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA LUNASI TUNGGAKAN TAGIHAN BHP FREKUENSI RADIO   MENDIKBUD-RISTEK NADIEM MAKARIM: PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS STOP JIKA ADA PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO