Kompas TV nasional update

Aturan Larangan Mudik Lokal Bikin Bingung Warga Hingga Pemda

Minggu, 9 Mei 2021 | 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lebaran tinggal satu pekan lagi, tiba-tiba pemerintah mengeluarkan larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi.

Wilayah aglomerasi adalah sejumlah kabupaten atau kota yang berdekatan dan saling menyangga seperti Jabodetabek.

Meski maksudnya untuk mencegah penularan Covid-19 terlebih ada sejumlah jenis mutasi virus yang telah ditemukan di beberapa kota, tapi kebijakan mendadak ini dianggap membingungkan.

Tak hanya bagi warga, tapi juga bagi pemerintah daerah.

Baca Juga: Petugas Kewalahan, Pemudik Lewati Posko Penyekatan Tanpa Diperiksa

Sepanjang aturan larangan mudik berlaku 6-17 Mei, pemerintah daerah kini punya pekerjaan lebih berat untuk mengidentifikasi warga yang mau mudik atau punya kepentingan lain.

Warga komuter juga ikut bingung karena setiap wilayah punya kebijakan masuk keluar wilayah yang berbeda.

Larangan mudik sebenarnya mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan tahun 2021.

Tapi pangkal kebingungan soal mudik lokal terletak pada penafsiran pasal 3 ayat 3 dan 4.

Pada ayat 3 diterangkan bahwa peniadaan angkutan selain dikecualikan bagi pejabat negara dan aktivitas sektor esensial, juga dikecualikan untuk angkutan yang beroperasi di kawasan aglomerasi.

Pada ayat 4 disebutkan 8 kawasan aglomerasi yang dimaksud salah satunya Jabodetabek.

Penafsiran awal sebelum ada larangan mudik lokal ini, pengecualian peniadaan angkutan dianggap sama dengan pengecualian larangan mudik.

Baca Juga: Kapolri, Panglima TNI, Ketua DPR hingga Menteri Tinjau Posko Pengamanan Lebaran di Pelabuhan Merak

Sebenarnya larangan mudik tanpa terkecuali yang baru ditegaskan pemerintah bukan tanpa alasan.

Ancaman lonjakan kasus Covid-19 akibat interaksi antar warga selama bulan ramadan mulai nyata.

Dari data satgas penanganan Covid-19, hanya dalam satu pekan terakhir, angka kasus harian sudah melonjak hingga lebih dari 2.000 kasus.

Pada 3 Mei lalu jumlah kasus harian masih berkisar di angka 4.730 kasus.

Hanya dalam hitungan hari, angka ini terus merangkak naik.

Hingga pada 7 dan 8 Mei kemarin, jumlah kasus harian sudah menyentuh angka 6 ribuan kasus.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:35
EL SALVADOR BERPOTENSI JADI NEGARA PERTAMA YANG GUNAKAN ASET KRIPTO JENIS BITCOIN SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN SAH   BMKG MEMPREDIKSI SEBAGIAN WILAYAH JABODETABEK AKAN CERAH BERAWAN PADA PAGI HINGGA SORE HARI INI   PENDAFTARAN KARTU PRAKERJA GELOMBANG 17 AKAN DITUTUP HARI INI PUKUL 12.00 WIB   HARGA EMAS BATANGAN PT ANTAM HARI INI BERADA DI ANGKA RP 1.003.000 PER GRAM   UJI COBA LINTASAN “ROAD BIKE” DI JALAN SUDIRMAN-THAMRIN BERLAKU SELAMA 1,5 JAM MULAI 05.00-06.30 WIB    MULAI HARI INI, PEMPROV DKI UJI COBA PESEPEDA “ROAD BIKE” MENGGUNAKAN JALUR KENDARAAN BERMOTOR DI SUDIRMAN-THAMRIN   PEMPROV DKI: PENDAFTARAN FMOTM 2021 BISA DILAKUKAN DARING DAN DATANG LANGSUNG KE KELURAHAN SESUAI DOMISILI   PEMPROV DKI BUKA PENDAFTARAN DATA FAKIR MISKIN DAN ORANG TIDAK MAMPU (FMOTM) MULAI HARI INI HINGGA 25 JUNI 2021   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO BERHARAP MASYARAKAT TAK HANYA JADI SUBYEK, MELAINKAN OBYEK DISIPLIN PROKES   TNI & POLRI AKAN MELAKUKAN PENEBALAN DAN PENGUATAN POSKO PPKM SKALA MIKRO   TAHAPAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DKI JAKARTA TAHUN AJARAN 2021/2022 RESMI DIBUKA HARI INI   TOTAL WNI POSITIF COVID19 DI LUAR NEGERI ADALAH 4.767: 3.915 SEMBUH, 204 MENINGGAL DUNIA, DAN 648 DALAM PERAWATAN   KASUS AKTIF COVID-19 DI KOTA DEPOK SAAT INI BERJUMLAH 1.376 PASIEN YANG MASIH MENJALANI ISOLASI DAN PERAWATAN   KECAMATAN KARAWACI JADI WILAYAH YANG MEMILIKI TOTAL KASUS COVID-19 TERTINGGI DI KOTA TANGERANG