Kompas TV regional berita daerah

Harga BBM Imbas dari Pergub Baru, Mahasiswa Demo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara

Sabtu, 8 Mei 2021 | 18:32 WIB

MEDAN, KOMPAS.TV - Kericuhan dipicu saat puluhan mahasiswa mencoba berunjuk rasa menolak kenaikan BBM Sumut di depan rumah dinas Gubernur Sumatra Utara, tetapi dihalangi oleh anggota Polisi dan Satpol PP yang berjaga.

Anggota Polisi dan Satpol PP kemudian membubarkan unjuk rasa mahasiswa.  

Namun para pengunjuk rasa menolak untuk dibubarkan paksa.

Aksi tarik menarik antara anggota Satpol PP dan Polisi yang berjaga dengan sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi Mahasiswa Peduli Kesejahteraan Sumatera Utara tidak terhindarkan.

Polisi pun menahan enam orang mahasiswa dalam unjuk rasa ini.

Setelah sempat ditahan, enam orang mahasiswa ini sudah dibebaskan oleh polisi.

Tak hanya mahasiswa, seorang jurnalis yang sedang meliput aksi unjuk rasa juga sempat mengalami kekerasan.

Ahmad Harfah, jurnalis dari detik.com, menyebut sempat dihalangi pihak protokol saat sedang merekam video, ketika situasi ujuk rasa berujung ricuh.

Namun saat merekam video, ia mengaku sempat dipukul oleh seorang oknum Satpol PP, hingga mengalami memar pada bagian kepala.

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan jika penyebab kenaikan tarif bahan bakar minyak non subsidi di Sumatera Utara karena kenaikan pajak bahan bakar kendaraan bermotor, atau PBBKB.

Tarif PBBKB non subsidi ditetapkan naik 2,5 persen dari 5 persen menjai 7,5 persen sesuai dengan Pergub Sumatera Utara nomor 1 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan PBBKB.

Ahok menyatakan bahwa selisih kenaikan tarif BBM tersebut tidak masuk ke kantong perusahaan PT Pertamina.

Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumatra Utara, imbas dari kebijakan Gubernur Sumatera Utara, uang menaikan pajak bahan bakar kendaraan bermotor, atau PBBKB.

Ia meminta Gubernur Sumatra Utara, merevisi Pergub terkait perubahan PBBKB tersebut, untuk memperbaiki daya beli masyarakat, khususnya pada masa pandemi covid-19 saat ini.
 

Penulis : Dea Davina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:03
BMKG MEMPREDIKSI SEBAGIAN WILAYAH JAKARTA CERAH BERAWAN PADA PAGI HINGGA SIANG INI   BANJIR KELUHAN PPDB JAKARTA, DISDIK PERTIMBANGKAN PEMBAGIAN WAKTU PENDAFTARAN BERDASARKAN JENJANG   OMBUDSMAN DKI JAKARTA SEBUT SERVER SITUS PPDB JAKARTA TIDAK SIAP HADAPI "TRAFFIC" TINGGI   SATGAS TEGASKAN PEMBUKAAN SEKTOR PENDIDIKAN DILAKUKAN BERTAHAP SESUAI DENGAN KESIAPAN MASING-MASING DAERAH   SATGAS COVID-19: PEMBELAJARAN TATAP MUKA HANYA BOLEH DILAKUKAN DUA HARI DALAM SEMINGGU   SATGAS COVID-19: PEMBELAJARAN TATAP MUKA YANG DIGELAR PADA JULI MENDATANG DILAKUKAN SECARA TERBATAS   DISDIK DKI JAKARTA MEMPERPANJANG WAKTU PENDAFTARAN PPDB HINGGA 10 JUNI 2021   KEPALA BPKH ANGGITO ABIMANYU: LAPORAN KEUANGAN DIAUDIT SECARA RUTIN OLEH BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK)   KEPALA BPKH ANGGITO ABIMANYU PASTIKAN DANA MILIK CALON JEMAAH HAJI YANG TERTUNDA KEBERANGKATANNYA AMAN    HARI INI KOMNAS HAM JADWALKAN PEMERIKSAAN TERHADAP PIMPINAN KPK SOAL LAPORAN DUGAAN PELANGGARAN HAM DALAM TWK   SEBANYAK 48 WARGA GANDASARI, KOTA TANGERANG, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SALAH SATUNYA BAYI BERUSIA 1 TAHUN    AKSES KOMUNIKASI DENGAN SEMUA PIHAK DIPERLUKAN BAGI UTUSAN KHUSUS ASEAN   UTUSAN KHUSUS ASEAN UNTUK MYANMAR HARUS MEMILIKI MANDAT JELAS   MENLU RETNO MARSUDI SEBUT IMPLEMENTASI 5 KONSENSUS ASEAN PENTING DIPERCEPAT