Kompas TV nasional hukum

Gerak Perempuan dan Kompaks: Tes Peralihan Pegawai KPK Jadi ASN Tidak Profesional

Jumat, 7 Mei 2021 | 20:51 WIB
gerak-perempuan-dan-kompaks-tes-peralihan-pegawai-kpk-jadi-asn-tidak-profesional
Logo baru KPK (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gerak Perempuan dan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) menilai proses tes peralihan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dilakukan secara profesional dan etis. Terutama, terkait adanya pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, seksis, dan diskriminatif.

Hal tersebut disampaikan Prilly mewakili Aliansi Gerak Perempuan dan Kompaks melalui keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

“Proses profesional dan terhormat ini tercoreng dengan adanya orang-orang yang melakukan kekerasan terhadap perempuan pegawai KPK yang menjadi peserta tes,” kata Prilly.

Baca Juga: BKN Serahkan Status 75 Pegawai yang Tidak Lolos TWK ke Pimpinan KPK

Prilly menambahkan, hal lain yang menjadi kontroversi adalah ASN memiliki budaya kerja yang berbeda dengan status pegawai KPK. Pegawai KPK tidak memiliki kebebasan berserikat dan berkumpul ketika statusnya beralih menjadi ASN.

“Wadah Pegawai KPK (WP KPK) sebagai kolektif pegawai KPK memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga KPK dari gangguan pihak luar yang ingin menguasai dan menghancurkan KPK,” ujarnya.

“Kekosongan orang-orang kritis di KPK tentunya akan menimbulkan kerugian besar bagi KPK untuk menjalankan fungsi secara maksimal dan optimal,” tambahnya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Hariyanto Kurniawan





BERITA LAINNYA


Inspirasi Musik

Ardhito Pramono - Di Senayan

Sabtu, 19 Juni 2021 | 00:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
00:40
ANGGOTA KOMISI I DPR SUKAMTA MINTA PEMERINTAH HENTIKAN KERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN AFILIASI JUNTA MILITER MYANMAR   PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DKI JAKARTA JENJANG PAUD DAN SD MULAI DIBUKA SENIN, 21 JUNI 2021   â€œROAD BIKE” DILARANG MELINTAS DI JALAN LAYANG NONTOL (JLNT) KAMPUNG MELAYU-TANAH ABANG MULAI MINGGU, 20 JUNI 2021   KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TETAPKAN 21 PAROKI YANG DIPERTIMBANGKAN SEBAGAI ZONA MERAH DAN ZONA ORANYE COVID-19   KASUS COVID-19 MELONJAK, KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA MINTA PAROKI DI ZONA MERAH HENTIKAN MISA “OFFLINE” ATAU TATAP MUKA   KASUS COVID-19 MENINGKAT, RUTAN KPK KEMBALI MEMBERLAKUKAN KUNJUNGAN DARING MULAI 18 JUNI 2021   MENSOS TRI RISMAHARINI SARANKAN 11.000 PEKERJA MIGRAN ASAL SULBAR YANG DATANG DARI MALAYSIA LANGSUNG DIPULANGKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TEGASKAN SELURUH KEGIATAN DI JAKARTA HARUS TUTUP PUKUL 21.00 WIB   SIDAK MALAM KE KAWASAN KEMANG, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: KITA TEMUKAN PENGELOLA TAK BERTANGGUNG JAWAB   BARU BUKA SATU HARI, TOWER 8 WISMA ATLET PADEMANGAN TELAH MENERIMA 662 PASIEN COVID-19   PERHIMPUNAN DOKTER PARU: JIKA PPKM SKALA BESAR TAK DILAKUKAN, FASILITAS KESEHATAN BISA KOLAPS   WISMA ATLET KEMAYORAN HANYA MENERIMA PASIEN COVID-19 YANG BERGEJALA DENGAN KOMORBID ATAU PENYAKIT PENYERTA    DINKES KOTA BEKASI: PESERTA VAKSINASI MASSAL DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS   ANTISIPASI LONJAKAN COVID-19, DINKES KOTA BEKASI TAMBAH SATU AULA ISOLASI DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA