Kompas TV regional berita daerah

PHRI DIY Minta ASN Menginap di Hotel-Hotel Yogyakarta Saat Libur Lebaran

Kamis, 6 Mei 2021 | 19:05 WIB
phri-diy-minta-asn-menginap-di-hotel-hotel-yogyakarta-saat-libur-lebaran
Ilustrasi hotel Yogyakarta dengan protokol Covid-19 (Sumber: (Dok. Puskompublik Kemenparekraf))
Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Deni Muliya

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Larangan mudik lebaran tahun ini membuat hotel-hotel di Yogyakarta tercekik.

Bagaimana tidak, okupansi hotel di Yogyakarta pada tahun ini jauh lebih sedikit ketimbang tahun lalu.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat reservasi di hotel Yogyakarta per hari ini sekitar 0,5 sampai 10 persen.

Dua hari yang lalu, tingkat hunian rata-rata masih 15 sampai 25 persen.

Sementara reservasi kamar hotel Yogyakarta pada 13 sampai 20 Mei 2021 hanya 0,6 persen.

“Ini menyedihkan, rekor reservasi terendah selama PHRI berdiri, dan tidak hanya dialami di DIY,” ujar Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Jangan Ragu Menghabiskan Liburan Akhir Tahun dengan Menginap di Hotel Yogyakarta

Sebenarnya, hotel dan restoran Yogyakarta mengandalkan staycation dari masyarakat.

Meskipun ia menyadari hal itu tidak mudah sebab daya beli masyarakat masih rendah.

Anggota PHRI DIY juga saling membantu dengan saling menginap di hotel.

Misal, keluarga PHRI di Sleman, Kulon Progo atau Gunungkidul menginap di hotel Yogyakarta atau Bantul, atau sebaliknya.

PHRI DIY mencoba untuk bergerak sendiri untuk menjaga perputaran roda ekonomi.

Oleh karena itu, ia berharap langkah ini bisa didukung oleh pemerintah melalui aparatur sipil negara (ASN).

Ia berharap, ASN yang dilarang mudik bisa membantu okupansi hotel Yogyakarta.

Setidaknya, ASN bisa menginap semalam atau dua malam di hotel yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan mengantongi sertifikat CHSE.

Baca Juga: Kisah Pohon Flamboyan Berusia Satu Abad Tumbang di Dekat Hotel Yogyakarta

"Bagaimana pun hotel dan restoran adalah pendulang pendapatan asli daerah (PAD) DI Yogyakarta terbesar, jadi kami berharap solusi dari pemerintah,” ucapnya.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x