Kompas TV advertorial

Matakin: Pancasila Sudah Senafas Ajaran Konghucu

Rabu, 5 Mei 2021 | 21:40 WIB
matakin-pancasila-sudah-senafas-ajaran-konghucu
Silaturahmi pejabat BPIP dan Matakin di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah. (Sumber: Dok. BPIP)

Penulis : Elva Rini

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pancasila adalah harta  paling berharga yang dimiliki Indonesia, oleh sebab itu nilai-nilainya harus terus dirawat dan dijaga. Caranya antara lain, dengan memanfaatkan kekayaan seni dan budaya di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan oleh  Ketua Umum Dewan Kerohanian Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Budi Santoso Tanuwibowo saat menerima kunjungan silaturahmi pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah.
 
"BPIP harus menggunakan kekayaan seni budaya Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai sesuatu yang  berharga. Selain itu juga agar Pancasila  bisa dihargai dan dimanfaatkan,” ujar Budi dalam siaran resminya, Selasa (4/5/2021).
 
Budi berharap ke depan BPIP dan Matakin bisa terus bekerja sama dan berkolaborasi dalam rangka membumikan Pancasila. Caranya tidak selalu harus dengan diskusi atau webinar. Bisa dengan musik atau teater yang lebih mudah diterima. 
 
Ia melanjutkan, “Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tapi juga tujuan dan pegangan hidup dan standar untuk menilai apakah kita sudah sukses atau tidak.”
 
Kunjungan ke Klenteng Kong Miao dipimpin oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi dengan didampingi oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Rima Agristina, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Baby Siti Salamah, beserta jajarannya. 
 
Apresiasi mendalam ditunjukkan Budi atas kedatangan BPIP. Dalam sambutannya, Budi berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang dilakukan BPIP.
 
Budi mengatakan, “kunjungan ini menunjukkan, orang-orang semakin sadar bahwa Pancasila merupakan harta paling berharga yang selama ini disia-siakan.”
 
Manifestasi nilai Pancasila
 
Dalam kesempatan yang sama, Budi juga bercerita bahwa suatu kali dirinya pernah berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Ende, NTT.
 
Di sana, ia mendudukkan diri di bawah pohon Sukun kemudian memandang laut di hadapannya.
 
Menurut Budi, pada momen itu ia bisa menyelami gejolak batin Bung Karno. Misalnya, bagaimana bangsa yang kaya bisa dijajah oleh negara yang kecil selama ratusan tahun dan dengan cara yang sama berulang-ulang, yaitu dengan politik adu domba.
 
"Seperti adu jangkrik. Dikilik-kilik sedikit, bangsa kita langsung berantem dengan yang lain," ungkap Budi.
 
Karena itu ia bersyukur karena pendiri bangsa ini akhirnya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang bisa menyatukan beragam suku, bahasa, dan agama.
 
"Suku bangsa yang berbeda akhirnya punya satu tujuan yang sama,” kata Budi.
 
Budi menuturkan, nilai Pancasila sudah senafas dan seirama dengan ajaran Konghucu. Di dalamnya terdapat ajaran keadilan, persatuan, dan sebagainya.
 
"Jika ada keadilan tidak akan ada lagi persoalan persatuan dan kemiskinan. Karena itu, menjadi pemeluk Konghucu yang baik pasti menjadi seorang Pancasila yang baik," tukasnya.
 
Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi beranggapan bahwa kebhinekaan merupakan sesuatu yang tak bisa dipungkiri. Karena itu diperlukan suatu ikatan untuk menyatukan seperti Pancasila.
 
Beruntung kata dia, para pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai arahan dan pedoman agar masyarakat multikultural dengan segala macam perbedaannya bisa bersatu.
 
Lebih jauh ia menjelaskan, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan di tengah perang dunia kedua, teks proklamasi berdurasi 59 detik itu akhirnya membebaskan penjajahan dan mempersatukan lebih dari 40 kesultanan dan kerajaan. 
 
"Belum pernah terjadi dalam sejarah kecuali di Indonesia penguasa-penguasa lokal dengan mudah melepas kekuasaan dan menyerahkan kekuasaan mereka dengan segala konsekuensi konstitusionalnya kepada sebuah negara yang bernama Indonesia kecuali di Indonesia," ia menegaskan.
 
Menurut Yudian, Pancasila menyatukan bukan hanya aspek politis, tetapi juga menyatukan hal yang begitu fundamental seperti ketuhanan.

Karena itu, tidak berlebihan jika Pancasila disebut sebagai harta berharga milik Indonesia yang harus dijaga dan dipertahankan.

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19