Kompas TV klik360 cerita indonesia

7 Fakta Kasus Sate Bersianida Hingga Tewaskan Anak Driver Ojol

Selasa, 4 Mei 2021 | 10:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Tersangka Nani Apriliani diketahui telah merancang aksinya sejak bulan Maret 2021. 

Bermodalkan dendam sakit hati karena ditinggal nikah oleh Tomy, ia mengirimkan bingkisan makanan sate bersianida melalui ojek online. 

Namun pengantaran dipesan tidak melalui aplikasi melainkan offline. 

Berikut sejumlah fakta terkait bingkisan sate berujung maut.

Fakta 1: Tersangka bernama Nani Apriliani Nurjaman, 25 tahun asal Yogyakarta.

Fakta 2: Sakit hati pada Tomy karena ditinggal nikah hingga nekat kirim sate bersianida.
Peristiwa itu berawal pada 25 April sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Gayam Mandala Krida, Yogyakarta. 

Seorang pengemudi ojol didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua bungkus makanan ke rumah Tomy.

Fakta 3: Sate sianida ditolak istri Tomy dan disantap driver ojol dan keluarga. 

Namun setelah mengonfirmasi pada Tomy lewat telepon, akhirnya sang istri yang berada di rumah memberikan paket makanan tersebut untuk dibawa pulang Bandiman.

“Saya bawa pulang pukul 5 sambil menunggu buka saya santai2. Anak saya kembali dari TPA, bawa nasi gudeg. Ini buat bapak saja, lalu sate dimakan anak saja,”jelas Bandiman sang driver ojol. 

Fakta 4: Anak driver keracunan dan nyawa tak tertolong, pada Minggu (25/04/2021).

Fakta 5: Pelaku Nani beli racun sianida secara online.

"Pesan di aplikasi jual beli online. Pesan Kalium Sianida 250 gram seharga Rp 224 ribu,"ujar Wachyu di Polres Bantul, Senin (3/5/2021).

Fakta 6: Polisi menyebut ada pria yang memberi saran Nani Apriliani untuk gunakan sianida.

Fakta 7: Tersangka Nani dijerat Pasal tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

Video Editor: Rengga
 

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19